UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Proses berpikir kreatif siswa kelas XII SMAN 1 Pulung dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan gaya kognitif / Anik Hayatul Musyarofah

Musyarofah, Anik Hayatul - Nama Orang;

Abstrak
Musyarofah Anik Hayatul. 2014 Proses Berpikir Kreatif Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Pulung Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitifnya. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Cholis Sa dijah M.Pd M.A (2) Dr. Sisworo M.Si Kata kunci Proses berpikir kreatif Pemecahan masalah gaya kognitif Field Independent dan Field dependent Keterampilan berpikir kreatif merupakan hal penting dalam pembelajaran matematika khususnya pada kegiatan pemecahan masalah. Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa merupakan amanat dari pembelajaran matematika (Depdiknas 2006). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan gaya kognitif berbeda yaitu siswa dengan gaya kognitif field independent dan siswa dengan gaya kognitif field dependent Penelitian ini dilakukan di kelas XII SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 siswa yang di ambil dari siswa kelas XII-IPA1 dan XII-IPA2 yaitu 4 siswa dengan gaya kognitif field independent dan 4 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Untuk mengetahui proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah maka masalah yang diberikan pada penelitian ini masalah matematika yang problem solving dan open- ended. Kriteria berpikir kreatif pada penelitian ini mengacu yang disampaikan oleh Silver yaitu fluency (kefasihan) flexibility (fleksibilitas) dan originality (keaslian/kebaruan). Sedangkan Proses berpikir kreatif pada penelitian ini mengacu pada teori yang disampaikan oleh Wallas. Proses berpikir kreatif menurut Wallas ada empat tahapan yaitu preparation (persiapan) incubation (inkubasi) illumination (iluminasi) dan verification (verifikasi). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian siswa dengan gaya kognitif field independent yaitu S1 kreatif. Sedangkan S2 S3 dan S4 kurang kreatif. Siswa dengan gaya kognitif field dependent yaitu S5 dan S6 kurang kreatif. Sedangkan S7 dan S8 tidak kreatif. Pada tahap persiapan (preparation) semua subjek menunjukkan pemahaman yang baik terhadap konsep yang terdapat dalam masalah matematika yang diberikan. Pada tahap inkubasi (incubation) ssiswa field independent (FI) cenderung untuk berhenti sejenak dan mengingat konsep atau materi-materi matematika yang berhubungan dengan masalah. Sedangkan siswa field dependent (FD) cenderung berhenti dan tidak menemukan ide untuk memecahkan masalah. Pada tahap iluminasi (illumination) siswa field independent (FI) mampu menemukan ide penyelesaian sekaligus strategi untuk menyelesaikan ide penyelesaiannya tersebut. Sebagian siswa field dependent (FD) yaitu S5 dan S6 mampu menemukan penyelesaian dan sekaligus menyelesaikan ide penyelesaian tersebut. Tetapi sebagian yang lain yaitu S7 dan S8 tidak mampu menemukan ide penyelesaian. pada tahap verifikasi (verification) siswa field independent FI mampu memeriksa kembali hasil pekerjaannya dan dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan bahkan mampu menemukan jawaban yang lainnya. Sebagian siswa field dependent (FD) mampu memeriksa kembali kesalahannya tetapi tidak dapat memperbaikinya karena keterbatasan waktu. Sebagian yang lain yaitu subjek S7 dan S8 tidak dapat memeriksa kembali hasil pekerjaannya. Sesuai dengan temuan pada penelitian ini peneliti menyarankan agar peneliti dan guru agar memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya kognitif yang dimiliki siswa sehingga dapat memberikan hasil belajar yang positif bagi siswa. Kemampuan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan dapat dikembangkan dengan sering berlatih memecahkan masalah untuk itu agar peneliti dan guru pada umumnya pada setiap kompetensi yang diajarkan siswa diberi masalah-masalah matematika non rutin. Kajian proses berpikir kreatif siswa dalam penelitian ini masih terbatas untuk itu perlu adanya penelitian dengan kajian yang lebih mendalam dengan masalah dan karateristik yang lain.


Informasi Detail
DDC
Rt 510.19 MUS p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2014.
Deskripsi Fisik
xiii, 188 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00346/KI/15
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. MATEMATIKA - BERPIKIR KREATIF
Pembimbing
1. Cholis Sa'dijah ; 2. Sisworo
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik