Skripsi
Pengembangan bahan ajar mekanika bahan pokok bahasan torsi di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Novi Cahyono
Abstrak
Materi perkuliahan mekanika bahan masih didominasi oleh pemaparan yang bersifat teori. Hal ini menyebabkan mahasiswa kurang mendapat pengalaman nyata dalam pembuktian teori yang telah didapat dalam proses pembelajaran. Padahal dalam pembelajaran teknik banyak perangkat lunak yang sudah dikembangkan untuk membantu perhitungan dalam penyelesaian persoalan keteknikan yang mewakili benda sebenarnya terutama perhitungan mengenai torsi terhadap suatu elemen. Pengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk membantu proses pembelajaran Mekanika Bahan dengan pokok bahasan torsi. Hasil yang diperoleh dalam pengembangan bahan ajar ini adalah multimedia pembelajaran berupa video tutorial tentang torsi dan buku penggunaan analisis torsi dengan bantuan perangkat lunak SolidWorks. Karakteristik dari pengembangan bahan ajar ini mahasiswa dapat belajar sesuai dengan tingkat kecepatan penguasaan mahasiswa dalam mempelajari materi tentang torsi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari dosen ahli melalui angket penilaian sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil kritik dan saran dari dosen ahli. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket. Tujuannya adalah untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif untuk kesempurnaan dan kelayakan produk bahan ajar multimedia pembelajaran yang telah dibuat. Subjek uji coba meliputi ahli materi ahli desain pembelajaran dan ahli multimedia. Berdasarkan hasil dari analisis data diperoleh tiga kesimpulan dari hasil penelitian dan pengembangan sebagai berikut. Pertama dari analisis angket pengembangan bahan ajar yang diperoleh skor penilaian ahli materi dari enam pertanyaan 26 butir soal yang diajukan adalah 78 52 %. Berdasarkan persentase kelayakan didapatkan bahwa pengembangan bahan mekanika bahan memenuhi kelayakan berada pada level layak. Kedua dari analisis angket pengembangan bahan ajar yang diperoleh skor penilaian ahli media dari sembilan pertanyaan yang diajukan adalah 83 3 %. Berdasarkan persentase kelayakan didapatkan bahwa pengembangan bahan mekanika bahan memenuhi kelayakan dari segi multimedia pembelajaran berada pada level layak. Ketiga dari analisis angket pengembangan bahan ajar yang diperoleh skor penilaian ahli desain dari enam pertanyaan yang diajukan adalah 91 7 %. Berdasarkan persentase kelayakan didapatkan bahwa pengembangan bahan ajar mekanika bahan memenuhi kelayakan dari segi desain pembelajaran berada pada level sangat layak. Berdasarkan hasil penilaian dari ketiga ahli dapat ditarik satu kesimpulan bahwa bahan ajar yang dikembangkan pada level layak untuk digunakan untuk mahasiswa teknik Universitas Negeri Malang.