Tesis
Improving the capability of the debaters of SMKN 1 Pungging in developing English substantive speech by employing mind-mapping strategy / Eka Ardian Suharko
Abstrak
Suharko Eka Ardian. 2014. Peningkatan Kemampuan Para Pendebat SMKN 1 Pungging dalam Mengembangkan Pidato Substantif Berbahasa Inggris dengan Penggunaan Strategi pembelajaran Peta Pikiran. Thesis Master Program S2 pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Prof. Dr. Yazid Bashtomi M.A. 2) Dr. Johannes A. Prayogo M.Pd M.Ed. Kata kunci Peta Pikiran Pendebat Kemampuan para pendebat pidato substantif Motion THBT THW Hari ini perdebatan telah menjadi lomba pidato bahasa Inggris resmi yang diselenggarakan secara global. Sayangnya hanya ada sedikit studi mempelajari debat bahasa Inggris atau pengembangan strategi pelatihan debat. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pendebat dalam mengembangkan pidato substantifnya dengan menggunakan peta pikiran. maka pertanyaan penelitian studi ini dapat dinyatakan sebagai berikut Bagaimana peta pikiran bisa meningkatkan kemampuan pendebat untuk mengembangkan pidato substantif dalam bahasa inggris Desain penelitian penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Penelitian ini dilakukan di SMK 1 Kabupaten Pungging Mojokerto. Subjek adalah satu tim debat yang terdiri dari satu siswa kelas XIjurusan multimedia tahun akademik 2012/2013 dan satu siswa dari kelas X jaringan komputer dan departemen multimedia tahun 2013/2014. Penelitian ini menggunakan tes dan lembar observasi sebagai instrumen. Selain itu temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pendebat dalam mengembangkan pidato substantifya setelah dilatih dengan menggunakan pemetaan pikiran meningkat secara signifikan. Aspek yang meningkat termasuk kemampuan dalam menentukan definisi dan kemampuan untuk menerapkan bukti dan analisis untuk memperkuat alasan untuk mendukung tema. Selain itu partisipasi debat selama latihan juga meningkat. Maka prosedur aplikasi peta pikiran dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut 1.) Pertama pelatihan dimulai dengan memberikan brainstorming untuk mengembangkan persepsi mereka terhadap kasus untuk menghasilkan pikiran kritis para pendebat . 2.) Lalu pendebat mulai melakukan tahap analisis terpisah untuk setiap analisis termasuk kasus pemangku kepentingan dan analisis status quo. 3.) Selanjutnya setelah semua analisis telah dilakukan pelatihan dipimpin untuk mengembangkan definisi. 4.) Setelah itu pendebat diajarkan untuk menentukan garis tema atau klaim. 5.) Setelah debat menyelesaikan definisi dan tema debat diajarkan untuk mengatur argumen mereka. Di sini debat diizinkan untuk membenahi analisis mereka berdasarkan divisi argumen mereka. Selanjutnya ada beberapa saran yang dapat diturunkan untuk guru. Para guru harus mulai belajar untuk melatih siswa mereka untuk menhadapi lomba debat. Kemudian untuk kepala sekolah harus memotivasi guru-guru mereka untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pelatihan ekstrakulikular debat. Lalu ada begitu banyak aspek yang peneliti dapat dieksplorasi dalam perdebatan. Peneliti dapat mencoba untuk mempelajari dampak memanfaatkan guided question untuk melatih pendebat untuk mengembangkan argumen negatif dampak direct respon untuk melatih debat untuk mengembangkan POI dan sanggahan secara akurat penerapan peta pikiran untuk mengembangkan pidato negatif penerapan peta pikiran untuk meringkas pidato untuk mengembangkan kemampuan pembicara ketiga untuk meringkas pidato