Disertasi
Pengaruh ekphrasis tulisan emosi terhadap regulasi emosi calon guru / Agus Santoso
Abstrak
Santoso Agus (2014). Pengaruh Ekphrasis Tulisan Emosi Terhadap Regulasi Emosi Calon Guru. Disertasi. Jurusan Bimbingan dan Konseling Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Johana E. Prawitasari M.A. Ph.D (II) Dr. Dany M Handarini M.A (III) Prof. Dr. Marthen Pali M.Psi. Kata Kunci Ekphrasis Tulisan Emosi Regulasi Emosi Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang mengamati pengaruh emosi dalam tulisan. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Mahasiswa PGMI merupakan mahasiswa yang diprogramkan menjadi guru profesional yang memiliki kompetensi dan kematangan kepribadian yang utuh yang mampu melakukan regulasi emosi diri secara maksimal. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan regulasi emosi adalah melalui pengungkapan emosi secara tepat. Pengungkapan emosi diri (self expression) yang bersifat otomatis merupakan proses yang sangat penting untuk diarahkan pada keterampilan regulasi emosi secara strategis baik yang bersifat suppression maupun reappraisal. Secara strategis regulasi emosi yang paling tepat adalah reappraisal karena melibatkan aspek kognisi. Aspek keterlibatan pengungkapan emosi dan strategi regulasi emosi dapat terdeteksi dalam bentuk tulisan. Bentuk tulisan kata bermakna secara unik diistilahkan dengan Ekphrasis Tulisan Emosi (ETE). Secara praksis ETE dikembangkan dari pendekatan yang berbasis CBT (Cognitif Behavior Therapy) yang lebih disempurnakan lagi oleh pendekatan Emotional Focusing Therapy (EFT) dan Acceptence and Commitment Therapy (ACT). Proses penelitian ekphrasis tulisan emosi dilakukan dengan menggunakan media tulisan tangan. Pengungkapan emosi tertulis memberikan nuansa penyajian penulisan yang unik dan mendalam. Penelitian ETE ini mencoba menguji keefektifan penggabungan ungkapan tulisan emosi tertulis dengan keterampilan regulasi emosi. Ada dua tahapan dalam perlakuan ETE ini yaitu penulisan kreatif-ekspresif dan reflektif-estetik. Penulisan kreatif-ekspresif merupakan pengungkapan emosi tertulis secara otomatis yang terlintas dalam diri tanpa disensor. Penulisan reflektif-estetik merupakan kegiatan menulis ungkapan refleksi diri melalui tanggapan konfrontatif yang mempertimbangkan sesuatu yang diharapkan (ekphrastic hope) dan sesuatu yang ditakutkan (ekphrastic fear). Tujuan dalam penulisan reflektif-estetik ini adalah untuk mendapatkan teks makna yang unik bagi diri melalui puisi ataupun sajak. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain counterbalanced secara non-parametrik. Desain penelitian ini membagi subjek yang diteliti menjadi 3 kelompok A B dan C. Masing-masing kelompok mendapatkan perlakuan ETE Netral (ETE0) ETE Positif (ETE1) dan ETE Negatif (ETE2) dalam urutan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ETE (ETE0 ETE1 ETE2) terhadap keterampilan regulasi emosi. Penelitian ini membuktikan hasil generalisasi dari efek pemberian perlakuan ETE. Alat ukur regulasi emosi yang digunakan ini adalah Emotion Regulation Questionnaire (ERG) yang diadaptasi dari Gross John (2003) dan Analisa Teks LIWC (Linguistic Inquiry and Word Count) yang dikembangkan oleh Pennebaker (1997). Selanjutnya hasil tulisan emosi dianalisis dengan menggunakan analisa uji interrater agreement. Hasil indeks realibilitas menunjukkan bahwa secara seluruh instrumen pengukuran dapat dinyatakan reliable. Analisis data diuji dengan Wilcoxon. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlakuan ETE Netral ETE Positif ETE Negatif berpengaruh terhadap regulasi emosi pada kelompok B dan C sedangkan pada kelompok A tidak berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian ini dapat disampaikan beberapa saran 1. Bagi penelitian selanjutnya agar ETE dapat dijadikan sebagai alternatif pengembangan teknik dan model perlakuan peningkatan ketrampilan regulasi emosi yang berbasis pada budaya tulis bahasa Indonesia. Sebagaimana peningkatan keterampilan regulasi emosi secara strategis perlu digali melalui berbagai bentuk penelitian yang ada di Indonesia.2. Memberikan penguatan pada proses perlakuan ETE dengan memperhatikan kelebihan-kelebihan ETE yang ada di antaranya adalah 1). Proses pembelajaran yang berbasis emosi 2). Kesederhanaan proses aktifitas ETE (ekspresif otomatis dan reflektif estetis). 3). Prosedur dan pelaksanaan ETE serta mekanisme perubahannya dapat terdeteksi secara cepat. 3. Memperhatikan kelemahan-kelemahan ETE secara praktis dalam proses penciptaan situasi stimulus yang sedikit pelik dalam pengkondisian spectrum emosi dan alurnya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam pada tataran efektifitas ETE dan kemanjurannya. 4. Pengembangan perlakuan ETE dapat dilakukan dengan fokus kajian yang bervariasi misalnya self kontrol maupun lainya. Pengembangan ETE juga bisa dilakukan pada setting subjek yang berbeda di tingkat SLTA ataupun SLTP.