Skripsi
Analisis variasi bahan pengikat dalam pasir cetak Malang terhadap kekuatan pasir cetak dan permeabilitas / Seylvia Higiana Susmarinda
Abstrak
12288 12288 12288 Pasir cetak merupakan salah satu komponen yang paling penting pada proses pengecoran logam. Pengikat adalah bahan yang digunakan untuk mengikat butiran-butiran pasir cetak. Fungsi utama bahan pengikat yaitu untuk mengikat atau pengikat dari cetakan pasir. Fungsi lainnya adalah untuk mengembangkan kekuatan yang tetap dan kemampuan mampu bentuk yang baik. Kekuatan cetakan berbeda-beda menurut jenis dan jumlah pengikat serta kadar air. Cacat-cacat pengecoran yang umum terjadi adalah kekerasan permukaan cacat porositas di dalam coran dan cacat-cacat yang disebabkan oleh runtuhnya cetakan. Kekuatan adalah kemampuan suatu bahan untuk menerima beban maksimal tanpa mengalami patah. Permeabilitas adalah kemampuan suatu pasir cetak untuk dialiri fluida udara dengan volume dan panjang tertentu tiap satuan luas penumpang dalam satuan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan pengikat manakah yang dapat menghasilkan kekuatan pasir cetak yang paling tinggi untuk mengetahui bahan pengikat mana yang memiliki permeabilitas yang paling tinggi. 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis pendekatan eksperimental dan teknik analisis data menggunakan analisis dekriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis kekuatan tekan pasir cetak kekuatan geser pasir cetak kekuatan tarik pasir cetak dan permeabilitas pasir cetak dari masing-masing bahan pengikat. Obyek dalam penelitian ini adalah benda uji pasir cetak basah dan benda uji pasir cetak kering yang diberi perlakuan. Spesimen pengujian dengan bahan pembentuknya adalah pasir malang air dan bahan pengikat. Komposisi pasir malang air dibuat tetap bahan pengikat dibuat bervariasi jenisnya yaitu bentonit tepung kanji lumpur lapindo dan semen portland. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut (1) kekuatan tekan basah yang paling tinggi adalah semen portland sebesar 1 7 (N/cm2) atau 16 96 Psi kekuatan tekan kering yang paling tinggi adalah semen portland sebesar 26 2 (N/cm2) atau 37 99 Psi (2) kekuatan geser basah yang paling tinggi adalah lumpur lapindo sebesar 3 43 (N/cm2) atau 4 97 Psi kekuatan geser kering yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 18 16 (N/cm2) 26 33 Psi (3) kekuatan tarik basah yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 0 85 (N/cm2) atau 1 23 Psi. kekuatan tarik kering yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 1 73 (N/cm2) atau 2 5 Psi (4) permeabilitas yang tertinggi sampai yang terendah adalah bentonit sebesar 500 (ml/cm3 menit) lumpur lapindo 390 (ml/cm3 menit) semen portland 350 (ml/cm3 menit) tepung kanji 180 (ml/cm3 menit).