Skripsi
Code switching as declaring international standing: the case of Agnes Monica / Herlydia Permata Fridyanti
Abstrak
Fridyanti Herlydia Permata. 2014. Alih Kode sebagai Deklarasi Menuju Internasional Kasus pada Agnes Monica. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aulia Apriana S.S. M.Pd. (II) Dr. Mirjam Anugerahwati M.A. Kata Kunci multilingualisme bilingualisme alih kode lirik lagu Di era modern seperti saat ini alih kode merupakan fenomena yang umum terutama di negara multilingual atau bilingual. Seperti halnya di Indonesia fenomena alih kode telah berkembang dalam banyak aspek contohnya dalam lagu. Myers-Scotton Carol (2006 114) memaparkan bahwa beberapa masyarakat bilingual mencari keuntungan simbolis dengan memanfaatkan kemampuan mereka dalam berbicara lebih dari satu bahasa. Sebagian besar penyanyi Indonesia berusaha untuk meraih keberuntungan dengan menggunakan alih kode dalam lagu-lagu mereka. Hal ini juga sama hal nya seperti dalam fenomena lagu Agnes Monica. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan alasan alih kode dalam lirik lagu Agnes Monica dan bagaimana alih kode mampu membawa Agnes Monica menjadi penyanyi bertaraf internasional. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah (1) Apa jenis dan alasan alih kode dalam lagu-lagu Agnes Monica dan (2) Bagaimana alih code dapat membawa Agnes Monica menjadi penyanyi bertaraf internasional Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diambil dari 8 lagu Agnes Monica yang mengandung alih kode bahasa Indonesia - bahasa inggris. Proses analisis data dimulai dari pengumpulan data diikuti dengan mengelompokkan menganalisis dan mendiskusikan temuan dan yang terakhir menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 22 data lirik lagu yang mengandung alih kode Bahasa Indonesia - Bahasa Inggris. Jenis alih kode yang banyak muncul adalah alih kode inter (86.4 %) kemudian diikuti oleh alih kode intra (13.6 %). Berpindah ke sesi berikutnya alasan alih kode yang sebagian besar muncul adalah alih kode untuk mengekspresikan identitas kelompok (65.7 %). Alasan selanjutnya yang muncul adalah berbicara tentang topik tertentu (18.8 %) niat mengklarifikasi pembicaraan (12.5 %) untuk memperhalus atau memperkuat permintaan atau perintah (3.1 %). Namun demikian tidak ada alih kode atau alih bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah kata seru mengutip orang lain berempati tentang sesuatu hal pengulangan digunakan untuk mengklarifikasi kebutuhan leksikon dan alasan untuk mengecualikan orang lain ketika komentar ditujukan hanya untuk beberapa orang. Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alih kode inter lebih memberikan sentuhan estetika dan dirasa lebih menarik dalam sebuah lirik lagu. Kemudian alasan menggunakan alih kode untuk mengekspresikan identitas kelompok tertentu terkait dengan konsep Myers - Scotton Carol. Penggunaan alih kode di sini bertujuan untuk mencapai beberapa keuntungan. Hal ini tentu saja diperlukan dalam mencapai tujuan pasar tertentu.