Skripsi
Analisis kondisi elektroda RB-26 AWS A5.1 E6013 terhadap kekuatan sambungan las smaw pada plat baja St 37 / Chairil Anwar Putra
Abstrak
Putra Chairil Anwar. 2014. Analisis Kondisi Elektroda RB-26 AWS A5.1 E6013 Terhadap Kekuatan Sambungan LAS SMAW pada Plat Baja St 37. Skripsi Jurusan Teknik Mesin S1 Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Suwarno M.Pd (II) Drs. Yuni Sunarto M.Pd Kata Kunci Las SMAW Kondisi elektroda kekuatan uji impact dan bending. Proses pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yang juga disebut Las Busur Listrik adalah proses pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar atau logam induk dan elektroda (bahan pengisi). Panas tersebut dihasilkan oleh lompatan ion listrik yang terjadi antara katoda dan anoda (ujung elektroda dan permukaan plat yang akan dilas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kondisi elektroda yang berbeda terhadap kekuatan sambungan las SMAW khususnya terhadap kekuatan uji impact dan uji bending. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Spesimen akan diuji ultrasonik cacat dalam untuk mengetahui kondisi dari hasil lasan tersebut. Setelah uji ultrasonik akan dilanjutkan pada pengujian impact dan pengujian bending untuk mengetahui kekuatan maksimum dari setiap spesimen. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada pengujian impact spesimen yang menggunakan kondisi elektroda yang dioven hingga suhu 1000C selama 1 jam memiliki angka kekuatan impact tertinggi yaitu sebesar 0 157 J/mm2 dibandingkan dari ketiga spesimen lainnya. Sedangkan spesimen yang menggunakan elektroda yang direndam dalam air selama 5 menit memiliki angka kekuatan impact terendah yaitu sebesar 0 110 J/mm2. Pada pengujian bending spesimen yang menggunakan kondisi elektroda yang dioven hingga suhu 1000C selama 1 jam memiliki angka kekuatan bending tertinggi yaitu sebesar 3 96 Kg/mm2 dibandingkan dari ketiga specimen lainnya. Sedangkan spesimen yang menggunakan elektroda yang direndam dalam air selama 5 menit memiliki angka kekuatan bending terendah yaitu sebesar 1 98 Kg/mm2. Berdasarkan hal tersebut maka semakin rendah kelembaban pada elektroda maka kekuatan sambungan las yang dihasilkan akan tinggi. Sebaliknya jika semakin tinggi kelembaban pada elektroda maka kekuatan sambungan las yang dihasilkan akan rendah.