Disertasi
Factors contributing to the development of autonomy in EFL reading / Sri Endah Tabiati
Abstrak
Tabiati Sri Endah 2014. Factors Contributing to EFL Learners Autonomy in Reading. Dissertation English Language Teaching. Post Graduate Program State University of Malang. Advisors (I) Prof. Utami Widiati M.A. Ph.D. (II) Drs. Fachrurrazy M.A. Ph.D. (III).Dr. Arwijati W.M. Dip. TESL. M.Pd. Kata Kunci Faktor Internal Faktor Ekstenal Sumbangan Kemandirian Pembelajar Membaca Materi Tertulis dalam Bahasa Inggris Membaca dalam Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sulit bagi kebanyakan pembelajar Indonesia walaupun Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran wajib di Indonesia. Kelas besar menjadi masalah bagi pembelajar karena di kelas besar pembelajar mendapat sedikit atau kurang perhatian dari guru. Akan tetapi. pembelajar yang mandiri punya cara sendiri untuk memanfaatkan sumber belajar selain guru dan ruang kelas. Penelitian ini bertujuan mengungkap baik faktor internal maupun faktor eksternal yang dapat membuat pembelajar mengembangkan kemandirian dalam belajar membaca dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini melibatkan kerja lapangan dimana peneliti mendatangi subyek dan lokasi penelitian untuk mengamati perilaku subyek secara alami. Subyek penelitian ini adalah pembelajar Bahasa Inggris and tempat alami maksudnya adalah ruang kelas dimana subyek belajar dan lingkungan di luar kelas di jurusan Bahasa Inggris dan rumah dimana subyek tinggal. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama yang disebut tahap pemilihan subyek dimaksudkan untuk menentukan subyek potensial. Peneliti berusaha memperoleh subyek yang potensial dari Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dengan menggunakan angket. Pembuatan angket didasarkan pada kajian pustaka dan divalidasi oleh ahli pengajaran Bahasa Inggris. Data yang diperoleh diuji dengan mewawancarai dosen mata kuliah membaca. Dengan asumsi bahwa pembelajar yang mandiri adalah pembelajar yang baik peneliti juga memastikan bahwa subyek yang terpilih memiliki IPK lebih dari 3 50 dan nilai mata kuliah Membaca B atau A serta nilai TOEFL lebih dari 500 yang mencerminkan kemahiran Bahasa Inggris subyek. Pada tahap pemilihan subyek peneliti berhasil memperoleh empat subyek yang potensial sebagai sumber data utama dari penelitian ini. Tahap kedua yang disebut tahap penelitian utama adalah tahap ketika peneliti mencari data tentang faktor-faktor yang telah menyebabkan pembelajar Bahasa Inggris mempunyai kemandirian dalam membaca. Pada tahap ini peneliti mewawancarai subyek terpilih dosen mata kuliah membaca teman sekelas orang tua dan saudara kandung dari subyek. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemandirian dalam membaca dipengaruhi oleh 14 faktor internal dan 14 faktor eksternal. Diantara 14 faktor internal terungkap bahwa empat faktor tidak ditemukan dam penelitian terdahulu yakni kepercayaan diri dalam mengatasi masalah membaca motivasi untuk meniru figure yang terkenal motivasi untuk menyenangkan orang tua dan motivasi untuk memenangkan persaingan diantara sesama pembelajar. Sementara itu diantara faktor eksternal terdapat tiga faktor yang dianggap sebagai temuan baru karena tidak ditemukan dalam penelitian terdahulu yakni pujian dari orang tua batas waktu yang ditetapkan oleh dosen mata kuliah membaca dan membantu sesama pembelajar. Semua faktor yang ditemukan ini terjadi secara alami dan tampaknya bahwa emandirian membaca di peroleh secara tidak disadari dan telah diperoleh subyek secara bertahap pada masa kanak-kanak. Selanjutnya kemandirian dalam membaca Bahasa Inggris dianggap universal karena ditemukan di budaya kebersamaan seperti budaya di Indonesia. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini maka dibuat saran yang ditujukan pada dosen mata kuliah Membaca orang tua and Fakultas yang mewakili pemerintah. Karena faktor yang ditemukan diperkirakan terjadi sebelum pembelajar menuntut ilmu di perguruan tinggi saran yang diajukan juga diperuntukan bagi guru sekolah dan sekolah. Orang tua disarankan untuk melakukan komunikasi dengan pembelajar dengan memberi pujian dan menunjukkan kebahagiaan ketika pembelajar berhasil menunjukkan prestasi keberhasilan. Untuk membantu pembelajar mengembangkan kemandirian membaca dosen mata kuliah Membaca dan guru disarankan memberi batas waktu penyerahan tugas memberi tugas kelompok dan menyisipkan lomba membaca dalam silabus. Upaya yang dilakukan oleh orang tua dan Dosen mata kuliah membaca atau guru seharusya di dukung oleh Fakultas atau sekolah dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan dan menjembatani komunikasi diantara orang tua dosen guru dan pembelajar itu sendiri untuk membahas pentingnya mengembangkan kemandirian dalam membaca materi yang tertulis dalam Bahasa Inggris. Tabiati Sri Endah 2014. Factors Contributing to EFL Learners Autonomy in Reading. Dissertation English Language Teaching. Post Graduate Program State University of Malang. Advisors (I) Prof. Utami Widiati M.A. Ph.D. (II) Drs. Fachrurrazy M.A. Ph.D. (III).Dr. Arwijati W.M. Dip. TESL. M.Pd. Kata Kunci Faktor Internal Faktor Ekstenal Sumbangan Kemandirian Pembelajar Membaca Materi Tertulis dalam Bahasa Inggris Membaca dalam Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sulit bagi kebanyakan pembelajar Indonesia walaupun Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran wajib di Indonesia. Kelas besar menjadi masalah bagi pembelajar karena di kelas besar pembelajar mendapat sedikit atau kurang perhatian dari guru. Akan tetapi. pembelajar yang mandiri punya cara sendiri untuk memanfaatkan sumber belajar selain guru dan ruang kelas. Penelitian ini bertujuan mengungkap baik faktor internal maupun faktor eksternal yang dapat membuat pembelajar mengembangkan kemandirian dalam belajar membaca dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini melibatkan kerja lapangan dimana peneliti mendatangi subyek dan lokasi penelitian untuk mengamati perilaku subyek secara alami. Subyek penelitian ini adalah pembelajar Bahasa Inggris and tempat alami maksudnya adalah ruang kelas dimana subyek belajar dan lingkungan di luar kelas di jurusan Bahasa Inggris dan rumah dimana subyek tinggal. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama yang disebut tahap pemilihan subyek dimaksudkan untuk menentukan subyek potensial. Peneliti berusaha memperoleh subyek yang potensial dari Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dengan menggunakan angket. Pembuatan angket didasarkan pada kajian pustaka dan divalidasi oleh ahli pengajaran Bahasa Inggris. Data yang diperoleh diuji dengan mewawancarai dosen mata kuliah membaca. Dengan asumsi bahwa pembelajar yang mandiri adalah pembelajar yang baik peneliti juga memastikan bahwa subyek yang terpilih memiliki IPK lebih dari 3 50 dan nilai mata kuliah Membaca B atau A serta nilai TOEFL lebih dari 500 yang mencerminkan kemahiran Bahasa Inggris subyek. Pada tahap pemilihan subyek peneliti berhasil memperoleh empat subyek yang potensial sebagai sumber data utama dari penelitian ini. Tahap kedua yang disebut tahap penelitian utama adalah tahap ketika peneliti mencari data tentang faktor-faktor yang telah menyebabkan pembelajar Bahasa Inggris mempunyai kemandirian dalam membaca. Pada tahap ini peneliti mewawancarai subyek terpilih dosen mata kuliah membaca teman sekelas orang tua dan saudara kandung dari subyek. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemandirian dalam membaca dipengaruhi oleh 14 faktor internal dan 14 faktor eksternal. Diantara 14 faktor internal terungkap bahwa empat faktor tidak ditemukan dam penelitian terdahulu yakni kepercayaan diri dalam mengatasi masalah membaca motivasi untuk meniru figure yang terkenal motivasi untuk menyenangkan orang tua dan motivasi untuk memenangkan persaingan diantara sesama pembelajar. Sementara itu diantara faktor eksternal terdapat tiga faktor yang dianggap sebagai temuan baru karena tidak ditemukan dalam penelitian terdahulu yakni pujian dari orang tua batas waktu yang ditetapkan oleh dosen mata kuliah membaca dan membantu sesama pembelajar. Semua faktor yang ditemukan ini terjadi secara alami dan tampaknya bahwa emandirian membaca di peroleh secara tidak disadari dan telah diperoleh subyek secara bertahap pada masa kanak-kanak. Selanjutnya kemandirian dalam membaca Bahasa Inggris dianggap universal karena ditemukan di budaya kebersamaan seperti budaya di Indonesia. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini maka dibuat saran yang ditujukan pada dosen mata kuliah Membaca orang tua and Fakultas yang mewakili pemerintah. Karena faktor yang ditemukan diperkirakan terjadi sebelum pembelajar menuntut ilmu di perguruan tinggi saran yang diajukan juga diperuntukan bagi guru sekolah dan sekolah. Orang tua disarankan untuk melakukan komunikasi dengan pembelajar dengan memberi pujian dan menunjukkan kebahagiaan ketika pembelajar berhasil menunjukkan prestasi keberhasilan. Untuk membantu pembelajar mengembangkan kemandirian membaca dosen mata kuliah Membaca dan guru disarankan memberi batas waktu penyerahan tugas memberi tugas kelompok dan menyisipkan lomba membaca dalam silabus. Upaya yang dilakukan oleh orang tua dan Dosen mata kuliah membaca atau guru seharusya di dukung oleh Fakultas atau sekolah dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan dan menjembatani komunikasi diantara orang tua dosen guru dan pembelajar itu sendiri untuk membahas pentingnya mengembangkan kemandirian dalam membaca materi yang tertulis dalam Bahasa Inggris.