Skripsi
Pelaksanaan pelatihan Basic Life Support (BLS) Rumah Sakit Umum \'Aisyiyah Ponorogo (studi kasus pada pelatihan BLS bagi karyawan media dan paramedis di Bagian Diklat RSU \'Aisyiyah Ponorogo) / Yoga Wahyu Kusuma
Abstrak
Kusuma Yoga Wahyu. 2014. Pelaksanaan Pelatihan Basic Life Support (BLS) Rumah Sakit Umum Aisyiyah Ponorogo (Studi Kasus pada Pelatihan BLS bagi Karyawan Medis dan Paramedis di Bagian Diklat RSU Aisyiyah Ponorogo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. S. Mundzir M.Pd. (2) Sri Wahyuni S.Pd M.Pd. Kata kunci pelatihan basic life support (BLS). Pelaksanaan pelatihan BLS bagi karyawan medis dan paramedis ini diselenggarakan oleh bagian Diklat RSU Aisyiyah Ponorogo guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia institusi sangat menarik untuk dikaji sehingga penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan pelaksanaan pelatihan BLS bagi karyawan medis dan paramedis di bagian Diklat RSU Aisyiyah Ponorogo secara rinci (2) memperoleh alur proses dan jalannya koordinasi antara bagian Diklat dengan Unit-unit lain di RSU Aisyiyah Ponorogo pada proses pelaksanaan pelatihan BLS bagi karyawan medis dan paramedis dan (3) mengetahui keterlibatan peserta pelatihan pada proses pelaksanaan pelatihan BLS bagi karyawan medis dan paramedis di bagian Diklat RSU Aisyiyah Ponorogo. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) pelatihan BLS telah dilakukan dengan metode dan media yang tepat materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta namun masih ditemukan beberapa hambatan terkait dengan keterbatasan waktu kemoloran acara keterbatasan alat peraga keterbatasan peserta mengenali alat kurangnya konsentrasi peserta dan pembengkakan biaya (2) peran bagian Diklat sebagai pengelola dan penyelenggara memiliki posisi sentral dalam program pelatihan yang mengkoordinasi aktivitas sebelum selama dan setelah pelatihan (3) keterlibatan peserta pelatihan dipengaruhi oleh faktor meliputi motivasi diri tuntutan dari institusi doorprize tekanan perasaan dan kebebasan bertanya kepada instruktur. Sedangkan kualitas keterlibatan peserta dilihat dari keaktifan peserta pelatihan BLS dalam proses pembelajaran pelatihan. Adapun saran yang disampaikan dalam penelitian ini meliputi (1) hendaknya dijadikan sebagai sumber informasi masukan pertimbangan dan bahan evaluasi bagian Diklat maupun para instruktur guna menentukan langkah strategis untuk perbaikan meningkatkan kualitas dan keterlibatan peserta dalam pelatihan BLS bagi karyawan medis dan paramedis RSU Aisyiyah Ponorogo di tahun-tahun mendatang (2) sebagai bahan kajian pengembangan studi PLS khususnya dalam pelaksanaan pelatihan dan sebagai masukan bagi jurusan PLS dalam mengenalkan jurusan PLS untuk menjalin kerja sama dengan rumah sakit yang mempunyai bidang Diklat (3) sebagai informasi awal bagi peneliti lain agar lebih menyempurnakan hasil penelitian yang telah dilakukan sehingga dapat bermanfaat demi peningkatan kualitas pelaksanaan program pelatihan.