Skripsi
Tahapan perkembangan moral santri mahasiswa menurut Lawrence Kohlberg di Pesatren Mahasiswa Al-Hikam Malang / Anata Ikrommullah
Abstrak
Ikrommullah Anata. 2014.Tahapan Perkembangan Moral Santri Mahasiswa Menurut Lawrence Kohlberg Di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Suwarno Winarno (2) Siti Awaliyah S.Pd M.Hum. Kata Kunci Tahapan Perkembangan Moral Santri Mahasiswa Lawrence Kohlberg. Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk akan suatu perbuatan yang seyogyanya. Sehingga definisi paling dasar dari moral adalah suatu ajaran tentang baik dan buruk yang kemudian akan menjadi dasar pengambilan keputusan bagi tindakan manusia Lawrence Kohlberg mengemukakan suatu konsep tentang moral kognitif yang menjadi batu pijakan individu untuk pengambilan keputusan. Moral kognitif berhubungan dengan pengertian akan moral dan kemampuan individu memecahkan masalah dilema-dilema moral yang dihadapinya dalam perkembangannya moral kognitif bergerak melalui struktur tingkatan tahapan tahapan-tahapan tersebut dilalui secara sistematis dan tidak meloncat beberapa tahap didepannya. Tahapan kognitif tidaklah mengenal umur tertentu dan bersifat universal.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendiskripsikan tahapan perkembangan moral Santri Mahasiswa kelas IV Pesantren Al-Hikam Malang (2) menjelaskan analisis tahapan perkembangan moral Santri Mahasiswa kelas IV pesantren Al-Hikam Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Pada penelitian deskriptif ini peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana hasil dari tahapan perkembangan moral santri mahasiswa kelas IV. Melalui jenis penelitian ini data yang telah terkumpul berupa hasil dari angket dilema moral (DIT) Jamest Rest yang disusun secara sistematis akurat dan faktual. Hal tersebut untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan realita perkembangan tahapan moral santri mahasiswa yang ada tanpa adanya rekayasa. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkatan terbanyak santri mahasiswa berada dalam level Law And Order sebesar 62 5% (2) Selanjutnya sebanyak 22 2% Berada dalam tahapan Nice Girl and Good Boy (3) Tahapan terbesar ketiga ialah tahapan Social Contract yakni sebesar 12 5% (4) Tahapan dari Jamest Rest yang berfungsi sebagai internal check yakni Meaningless Sebesar 2 5 %. Berdasarkan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa deskripsi rata-rata perkembangan moral santri mahasiswa kelas IV berada dalam tahap keempat yakni law and order. sehingga dibutuhkan berbagai upaya dari pihak pesantren guna meningkatkan perkembangan moral kognitif peserta didiknya seperti salah satunya dengan cara memperbanyak ajang diskusi dua arah dalam proses pembelajaran moral. Sehingga diharapkan dengan memperbanyak diskusi akan terdapat banyak pula pertukaran ide-ide serta pengembangan proses berfikir.