UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Proses berpikir siswa kelas II SD dalam memecahkan masalah berdasarkan counting on dan counting all / Dewi Tri Wulandari

Wulandari, Dewi Tri - Nama Orang;

Abstrak
Wulandari Tri Dewi. 2014. Proses Berpikir Siswa Kelas II SD dalam Memecahkan Masalah Berdasarkan Counting On dan Counting All. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Subanji M. Si. (II) Dr. rer. nat. I Made Sulandra M. Si. Kata kunci proses berpikir memecahkan masalah counting on dan counting all. 12288 12288 12288 12288 Belajar matematika merupakan peningkatan kemampuan untuk berpikir dan beragumentasi tentang situasi baru melalui penggunaan pengetahuan awal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah berdasarkan counting on dan counting all kemudian mengkaji tentang transisi anak dari struktur berpikir siswa (skema) berdasarkan counting all dan counting on. Masalah yang digunakan untuk mengkaji proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah adalah tiga soal yaitu masalah yang terkait dengan Counting On Counting All kemudian Counting On dan Counting All. Penelitian ini mengacu pada dua tahap yaitu participatory dan anticipatory yang dibedakan dalam proses pengkonstruksian konsep matematika baru. Proses berpikir siswa diamati dengan mencermati (mengkaji) hasil kerja siswa dalam menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi. Selanjutnya akan dicermati tahap-tahap proses berpikir siswa. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses berpikir pada subjek kemampuan tinggi terjadi cukup baik. Hal ini tampak dari kemampuan berpikir secara logis dan mampu berpikir analitik. Konsep-konsep yang tersimpan dalam memori jangka panjang yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah juga cukup banyak argumen-argumen yang dipaparkan cukup jelas dan dapat dimengerti. Struktur berpikir subjek kemampuan sedang terjadi kurang lengkap. Argumen-argumen yang dipaparkan kurang dapat dimengerti mereka hanya menghafal bilangan tanpa mengetahui dan memahami makna yang sesungguhnya. Sedangkan struktur berpikir pada subjek kemampuan rendah terjadi kurang lengkap juga argumen-argumen yang dipaparkan kurang jelas dan tidak dapat dimengerti karena argumen tersebut diperoleh secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas dan tanpa melalui proses logis. Aplikasi dari langkah-langkah perhitungan kurang dimengerti terlebih lagi pengaplikasian dalam perhitungan. 12288 12288 12288 12288 Dengan dasar temuan pada penelitian ini peneliti menyarankan dalam mengajar matematika Guru SD hendaknya memperhatikan proses berpikir siswanya dengan cara mendesain pembelajaran dan memperhatikan tingkat kemampuan matematika dalam pemecahan masalah.


Informasi Detail
DDC
Rt 372.7044 WUL p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2014.
Deskripsi Fisik
xii, 122 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00923/KI/15
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. MATEMATIKA (PENDIDIKAN DASAR) - MODEL PEMBELAJARAN
2. MATEMATIKA - MODEL PEMBELAJARAN

Pembimbing
1. Subanji ; 2. I. Made Sualndra
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik