Skripsi
Penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep menghitung luas permukaan limas pada siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum Jatisari Kec. Yajinan Kab. Malang / Sulam Taufik
Abstrak
Taufik Sulam. 2014. Penerapan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Menghitung Luas Permukaan Limas pada Siswa Kelas VIII MTs Bahrul Ulum Jatisari Kec. Tajinan Kab. Malang. Skripsi Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. I Nengah Parta S.Pd M.Si. Kata kunci Pemahaman Konsep Limas Penemuan Terbimbing. Menurut pandangan paham konstruktivisme belajar merupakan proses aktif dari subyek belajar untuk merekontruksi makna sesuatu entah itu teks kegiatan dialog pengalaman fisik dan lain-lain sehingga belajar merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengamalan atau bahan yang dipelajarinya dengan pengertian yang sudah dimiliki dengan demikian pengertiannya menjadi berkembang. Metode penemuan terbimbing adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Secara umum proses penemuan terbimbing dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu Merumuskan masalah Mengajukan hipotesis Mengumpulkan data Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan dan Membuat kesimpulan. Limas adalah bangun ruang yang hanya mempunyai satu alas berbentuk segi n dan mempunyai bidang tegak berbentuk segitiga. Melalui metode penemuan terbimbing siswa kelas VIII MTs Bahrul ulum Jatisari Kec. Tajinan mengkonsep dan sekaligus menemukan sendiri luas permukaan limas beraturan dengan tujuan pemahaman konsep siswa-siswa lebih lama membekas karena siswa diajak aktif dalam pembelajaran. Pemahaman konsep adalah proses atau cara memahami ide atau peristiwa yang diabstrakkan melalui peristiwa nyata. Paham hubungannya dengan kognitif siswa.Tipe hasil belajar yang lebih tinggi daripada pengetahuan adalah pemahaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pada siklus I rata-rata nilai 80 95 nilai akhir siswa mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rata-rata skor awal siswa. Rata-rata skor awal siswa adalah 65 19 sehingga terjadi peningkatan sebesar 15 76%. Sedangkan pada siklus II dari nilai akhir didapatkan nilai rata-rata 78 65 nilai rata-rata tes siswa mengalami penurunan 2%. Dengan metode pembelajaran ini siswa lebih lama mengingat materi karena siswa terlibat langsung dalam memahami materi yang dipelajari. Hal ini dibuktikan setelah mereka kelas IX untuk pendalaman materi untuk UN 2014 materi luas permukaan limas siswa masih ingat dan langkah-langkahnya sama dengan ketika siswa kelas VIII dalam pembelajaran metode penemuan terbimbing.