Skripsi
Analisis strategi perusahaan dan peran pimpinan dalam mempertahankan budaya organisasi pada karyawan perusahaan Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912 Tulungagung / Lusy Mutiara Sawitri
Abstrak
Sawitri Lusy. 2013. Analisis Strategi Perusahaan dan Peran Pimpinan Dalam Mempertahankan Budaya Organisasi Pada Karyawan Perusahaan Asuransi Jiwa Bumiputera 1912 Tulungagung. Skripsi Program Studi S1 Manajemen. Jurusan Manajemen. Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing (I) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto M. Ed. M.Si. (II) Dr. Syihabudhin S.E. M.Si. Kata kunci Strategi Perusahaan Peran Pimpinan Budaya Perusahaan 12288 12288 12288 12288 Industri perasuransian merupakan salah satu bentuk Lembaga Keuagan Non Bank yang berperan menjadi salah satu pilar perekonomian nasional. Peran tersebut terkait dengan kemampuannya sebagai lembaga penerima pemindahan risiko (transfer of risk) masyarakat serta lembaga penghimpun dan penyerap akumulasi dana masyarakat. Salah satu perusahaan asuransi jiwa yang telah sukses dan tetap eksis di Indonesia adalah Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 merupakan asuransi pertama dan telah berdiri satu abad. Keberhasilan AJ Bumiputera menjaga eksistensinya tidak terlepas dari keberhasilan perusahaan dalam membentuk budaya yang kuat. 12288 12288 12288 12288 Perusahaan AJB 1912 memiliki nilai budaya yang telah ada dan tetap dijadikan sebagai dasar perusahaan yaitu berorientasi pada kepuasan pelanggan Utamakan proses kerja yang benar Menjadi teladan dan panutan Ikut menjaga tradisi kebersamaan didasari rasa memiliki perusahaan Profitabilitas menjadi sasaran Ulet dalam melakukan pekerjaan Taat terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Peraturan Perusahaan Efisien dan efektif dalam segala kegiatan Ramah dan tulus ikhlas terhadap rekan kerja Amanah dalam mengemban tugas perusahaan. Untuk keberhasilan pengelolaan perlu pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dengan peran pimpinan dan juga strategi perusahaan untuk menanamkan dan mempertahankan terhadap karyawan AJB 1912. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang efektif tidaknya strategi yang diambil oleh perusahaan dan mengetahui intensitas peran pimpinan AJ Bumiputera 1912 cabang Tulungagung. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini dilaksanakan di BUMIPUTERA 1912 Kantor Cabang Tulungagung pada pertengahan bulan September 2012 sampai dengan pertengahan bulan Juni 2013. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Cabang BUMIPUTERA 1912 Kantor Cabang Tulungagung membawahi 3 pegawai dalam 15 supervisor dan 132 agen. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dipakai oleh peneliti adalah studi kasus. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari Domain Taksonomi Komponensial dan analisis tema budaya. 12288 12288 12288 12288 Hasil dari penelitian ini adalah budaya Asuransi Jiwa Bumiputera telah tertanam dan bertahan dengan baik dalam diri dinas dalam maupun dinas luar ada kekurangan agen dalam memahami dan melaksanakan prosedur kerjanya. Ketertiban agen untuk mengikuti pertemuan masih ditemukan keterlambatan dan ada juga yang tidak mengikuti pertemuan tanpa alasan yang jelas beberapa strategi perusahaan yaitu dengan mengadakan arisan anjangsana mengadakan acara pada saat ulah tahun kantor mengadakan rekreasi (turing) diadakan outbond bagi agen berprestasi telah berjalan secara efektif untuk menanamkan dan mempertahankan nilai nilai budaya perusahaan dan Kepala cabang berperan secara langsung untuk menanamkan dan mempertahankan budaya perusahaan selain sebagai teladan secara langsung juga bisa bertindak sebagai pengawas dan motivator untuk agen. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar BUMIPUTERA 1912 Kantor Cabang Tulungagung mengadakan evaluasi untuk agen dalam memahami dan melaksanakan prosedur kerja memberikan pengawasan atau hukuman yang lebih ketat agar tidak ada agen yang mangkir mengikuti pertemuan rutin tanpa alasan yang jelas. Peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian disarankan untuk meneliti apakah adanya hubungan antara pemilihan gaya kepemimpinan kepala cabang terhadap penanaman budaya perusahaan.