Tesis
Pengembangan bahan ajar bahasa Inggris kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang / Akmaludin
Abstrak
Akmaludin 2015. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Kelas X SMK-PP Negeri Kupang. Tesis Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. (II) Dr. Sulthoni M.Pd. Kata Kunci Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Model Dick and Carey. Mata pelajaran bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran eksakta atau mata pelajaran ilmu sosial yang lain. Perbedaan ini terletak pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Permasalahan yang terjadi di sekolah SMK-PP Negeri Kupang yaitu belum adanya bahan ajar bahasa Inggris yang dirancang khusus sesuai dengan model desain pembelajaran dan karakteristik peserta didik yang di pandang dapat membantu peserta didik dalam belajar guna meningkatkan hasil belajarnya. Oleh karena itu penelitian pengembangan ini sebagai salah satu alternatif dalam memecahkan permasalahan yang ada dengan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan karakterisktik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar Bahasa Inggris kelas X semester 1 yang didesain secara sistematis dan disesuaikan untuk keperluan pembelajaran dengan memperhatikan kurikulum karakteristik dan kebutuhan peserta didik di SMK-Pertanian Pembangunan Negeri Kupang. Model yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini adalah model Dick Carey (2009). Sumber data penelitian berasal dari ahli isi mata pelajaran ahli desain dan media pembelajaran 3 orang peserta didik pada uji coba perorangan 15 orang peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan 30 orang peserta didik pada uji coba lapangan beserta 1 orang guru mata pelajaran bahasa inggris. Instrumen penelitian menggunakan angket penilaian/tanggapan dari para ahli guru dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan untuk data hasil angket komentar dan saran dari para ahli guru dan peserta didik sedangkan analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk data hasil angket penilaian kelayakan bahan ajar Bahasa Inggris yang dikembangkan. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa bahan ajar dengan panduan guru dan panduan peserta didik. Hasil penilaian/tanggapan terhadap bahan ajar yang diperoleh saat evaluasi formatif adalah sebagai berikut 1) ahli isi mata pelajaran 89 1% 2) ahli desain pembelajaran 95 7% 3) ahli media pembelajaran 87 8% 4) uji coba perorangan 90 6% 5) uji coba kelompok kecil 89 9% 6) uji coba lapangan 96 6%. Semua hasil penilaian/tanggapan menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan berada dalam kategori sangat layak. Artinya bahan ajar yang telah dikembangkan layak digunakan sebagai sumber belajar. Bahan ajar ini disarankan untuk di gunakan sebagai salah satu sumber belajar baik secara individu maupun klasikal serta dapat di kembangkan lebih lanjut kedalam bentuk digital sehingga bisa terbaca pada mobile device