UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi tentang penggunaan tumbuhan tembelekan (Lantana camara L.) sebagai bahan pewarna alami pada proses pewarnaan alami sentra industri batik \"Omah Batik Tradisional\" Kabupaten Tulungagung / Wulan Novita Sari

Sari, Wulan Novita - Nama Orang;

Abstrak
Sari Wulan Novita. 2015. Studi Tentang Penggunaan Tumbuhan Tembelekan (Lantana Camara L.) Sebagai Bahan Pewarna Alami pada Proses Pewarnaan Alami di Sentra Industri Batik Omah Batik Tradisional Kabupaten Tulungagung. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hapsari Kusumawardani M.Pd (II) Dra. Agus Hery S.I. M.Pd Kata Kunci Batik Proses Pewarnaan Alami Tembelekan 12288 12288 12288 12288 Proses pewarnaan alami pada batik merupakan proses mewarnai kain sebagai media yang telah dibatik dengan zat pewarna alami baik dari tumbuhan maupun hewan. Hasil pewarnaan yang baik membutuhkan proses-proses tertentu. Pewarnaan alami pada batik saat ini semakin langka karena tersingkir oleh pewarnaan sintesis padahal batik dengan pewarnaan alami merupakan warisan kebudayaan Indonesia yang perlu dilestarikan. Selain itu pewarnaan alami tidak merusak lingkungan. Sentra industri batik Omah Batik Tradisional merupakan sentra yang melakukan pewarnaan alami pada batiknya. Berdasarkan hasil observasi ditemukan sentra batik ini menggunakan tumbuhan yang dipandang sebelah mata dan kurang memberikan nilai ekonomi sosial bagi lingkungan seperti daun tembelek. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pembahasan mengenai proses pewarnaan alami di sentra batik tersebut. 12288 12288 12288 12288 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pewarnaan alami dengan menggunakan tumbuhan tembelekan di sentra industri batik Omah Batik Tradisional. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik sekaligus ahli resep dua pengrajin bagian pencelupan di sentra batik tersebut foto serta dokumen berupa buku atau file yang menunjang penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Kegiatan triangulasi perpanjangan pengamatan dan peningkatan ketekunan dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Kegiatan analisis data dimulai dari mereduksi data menyajikan dan memberikan kesimpulan. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Proses mordanting adalah proses dimana kain yang akan digunakan untuk membuat batik dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran kanji dan bahan kimia agar pada proses pewarnaan kain lebih menyerap zat pewarna alami. Proses mordanting kain mori Primisima menggunakan formula 5 sendok soda AS 3 sendok tawas 6 liter air dan direbus selama 15 menit sedangkan kain sutera menggunakan formula 3 sendok soda AS 1 sendok tawas 6 liter air dan direbus selama 5 menit (2) Larutan zat pewarna alami tembelekan yang telah jadi didiamkan selama semalam agar warna yang keluar lebih pekat (3) Hasil warna dari zat pewarna alami tembelekan di sentra Omah Batik Tradisional adalah kuning (4) Proses pencelupan kain pada zat pewarna alami tembelekan dilakukan sebanyak 3 kali celupan dalam sehari dengan per satu kali celup direndam selama 3 menit. Proses pencelupan berlangsung selama 3 hari (5) Proses fiksasi untuk jenis kain mori Primisima dan kain sutera menggunakan resep yang sama yaitu 10 sendok tunjung 5 sendok tawas atau kapur kg dan 6 liter air. Proses perendaman kain pada larutan fiksasi untuk kain mori Primisima dilakukan selama 15-30 menit dan kain sutera selama 5-10 menit. Hasil warna kain sutera dicelup zat pewarna alami tembelekan yang telah difiksasi kapur berwarna kuning kecokelatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tumbuhan tembelekan dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami dengan hasil warna kuning dan bila difiksasi menggunakan larutan fiksasi kapur menghasilkan warna kuning kecokelatan. Proses pewarnaan alami di sentra Omah Batik Tradisional dimulai dari proses mordanting proses pembuatan zat pewarna alami tembelekan proses pencelupan menggunakan zat pewarna alami tembelekan dan yang terakhir proses fiksasi. Setiap proses tersebut memberikan pengaruh terhadap hasil warna kain batik yang diinginkan. Saran yang dapat peneliti berikan adalah (1) Sebaiknya sentra Omah Batik Tradisional menggunakan alat ukur berstandar SNI untuk mengukur berat bahan (2) Sebaiknya sentra Omah Batik Tradisional mengukur suhu air pada proses mordanting untuk jenis kain sutera (3) Sentra Omah Batik Tradisional diharapkan terus memberikan inovasi-inovasi baru dalam penggunaan tumbuhan (4) Perlu dilakukan eksplorasi terhadap proses pewarnaan alami diberbagai sentra batik lainnya.


Informasi Detail
DDC
Rs 746.66204 SAR s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Tata Busana, 2015.
Deskripsi Fisik
xvii, 178 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00995/KI/15
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang, 2015
Subjek
1. BATIK - PEWARNAAN
2. BATIK - MOTIF

Pembimbing
1. Hapsari Kusumawardani ; 2. Agus Hery
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik