Skripsi
Penerapan metode pembelajaran explicit instruction untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran pemrograman desktop siswa kelas X Program Keahlian RPL SMK Negeri 3 Pamekasan / Ayunda Mutiara Widari
Abstrak
Widari Ayunda Mutiara. 2015. Penerapan Metode Pembelajaran Explicit Instruction untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pemrograman Desktop Siswa Kelas X Program Keahlian RPL SMK Negeri 3 Pamekasan. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwi Prihanto S.S.T. M.Pd Pembimbing (II) Drs. Hari Putranto Kata kunci Pemrograman Desktop Hasil belajar Aktivitas belajar Explicit Instruction Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas X program keahlian RPL SMK Negeri 3 Pamekasan siswa memiliki aktivitas dan hasil belajar yang rendah pada matapelajaran pemrograman desktop. Hal ini dikarenakan siswa cenderung melupakan materi yang telah dijelaskan guru secara teori selain itu siswa juga cenderung malas mengetik kode program yang sudah disediakan pada modul sehingga sering terjadi kesalahan pada kode program yang secara tidak langsung membuat minat belajar siswa menurun. Oleh karena itu untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dimana setiap siklus menggunakan metode pembelajaran Explicit Instruction yaitu suatu metode pembelajaran langsung yang menunjang proses belajar yang berkaitan dengan pengetahuan procedural materi yang bersifat algoritma-prosedural langkah demi langkah sehingga mempermudah siswa menyerap materi.. Pada siklus I pengaturan tempat duduk siswa dilakukan secara acak dan pembagian kelompok dengan masing-masing tiga anggota juga dilakukan secara acak sehingga beberapa kelompok memiliki anggota dengan kemampuan yang tidak merata. Sedangkan pada siklus II siswa dengan minat belajar rendah ditempatkan di deretan bangku depan dan kelompok dibagi menurut kemampuan siswa sehingga setiap kelompok memiliki anggota dengan kemampuan merata. Pada siklus berikutnya yaitu siklus III guru memberikan perhatian lebih pada siswa yang bermasalah pada siklus sebelumnya dengan cara memberikan pertanyaan untuk mengecek pengetahuan dan menyuruh siswa yang bersangkutan untuk maju mempresentasikan hasil pekerjaannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya peningkatan aktivitas belajar yaitu pada siklus I dengan persentase 64 28% dengan kriteria baik dan pada siklus II naik menjadi 79 28% dengan kriteria baik meningkat lagi pada siklus III menjadi 86 43% dengan kriteria sangat baik. Sedangkan hasil belajar juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I dengan presentase 60% dengan rincian 21 siswa lulus posttest dan 14 siswa tidak lulus sedangkan pada siklus II naik menjadi 88 57% dengan rincian 31 siswa lulus dan 4 siswa tidak lulus dan pada siklus III naik menjadi 100%.