Skripsi
Studi kasus pelaksanaan asessment kurikulum 2013 pada kelas tinggi di SDN Blimbing 1 Kota Malang / Dini Ludfira Aisyah
Abstrak
Aisyah Dini Ludfira. 2015. Studi Kasus Pelaksanaan Assessment Kurikulum 2013 Pada Kelas Tinggi Di SDN Blimbing 1 Kota Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sutrisno S.Pd M.Pd (II) Drs. Toha Mashudi S.Pd M.Pd. Kata Kunci Studi kasus assessment tes tertulis kelas tinggi Tes tertulis merupakan salah satu bagian assessment pada Kurikulum 2013. Melalui tes tertulis guru dapat menilai kemampuan siswa utamanya pada aspek kognitif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan pelaksanaan dan pelaporan hasil penilaian tes tertulis pada kelas tinggi di SDN Blimbing 1 Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul data direduksi dan disajikan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru kelas IV maupun guru kelas V tidak membuat dokumen perencanaan sesuai standar perencanaan. Pelaksanaan penilaian tes tertulis dilaksanakan setiap hari di akhir pembelajaran. Hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar soal yang digunakan oleh guru kelas IV dan guru kelas diambil dari LKS. Keterbatasan ruang kelas dan jumlah siswa yang cukup banyak menjadi salah satu kendala pelaksanaan penilaian tes tertulis. Jarak duduk yang cukup rapat antar siswa memungkinkan hasil yang didapat kurang valid. Dari hasil telaah soal yang digunakan ditemukan fakta bahwa sebagian besar soal yang dikerjakan siswa dalam tes tertulis hanya mengembangkan kemampuan berpikir pada tahapan mengingat hal ini kurang sesuai dengan perkembangan siswa pada kelas tinggi yang telah mampu berpikir tahap menganalisis dan mengevaluasi. Guru tidak memberikan tindak lanjut dari skor hasil tes tertulis baik kegiatan pengayaan maupun remidi. Laporan hasil penilaian tes tertulis tidak dibuat secara rinci hanya dimasukkan ke daftar nilai tugas. Laporan hasil penilaian secara lengkap diberikan kepada wali murid dalam bentuk rapor tengah semester dan rapor semester. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu guru tidak membuat dokumen perencanaan penilaian yang mengakibatkan pelaksanaan penilaian tidak berjalan maksimal. Kendala yang dialami guru dalam melakukan penilaian tes tertulis dengan pembalajaran Kurikulum 2013 yaitu membuat soal berbasis tema dan tidak terpecah tiap muatan pelajaran. Peran kepala sekolah untuk mengontrol pelaksanaan penilaian di kelas sangat diperlukan. Diharapkan partisipasi dari pihak lain yang terkait dengan dunia pendidikan untuk memberi solusi demi perbaikan kualitas penilaian khususnya tes tertulis.