Tesis
Kesiapan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan SMKN Klakah Lumajang dalam menghadapi program mobil listrik nasional / Anggara Sukma Ardiyanta
Abstrak
Ardiyanta Anggara Sukma. 2015. Kesiapan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan SMK Negeri Klakah Lumajang dalam Menghadapi Program Mobil Listrik Nasional. Tesis. Program Pascasarjana Pendidikan Kejuruan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Marji M.Kes (II) Dr. H. Tri Atmaji Sutikno M.Pd Kata-kata kunci kesiapan SMK Program Mobil Listrik Nasional Program Mobil Listrik Nasional merupakan ide yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mendukung pengembangan dan produksi massal kendaraanl listrik dalam negeri. SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan SMK Negeri Klakah Lumajang merupakan SMK di Jawa Timur yang berhasil membangun dan mengembangkan kendaraan listrik dan mendapatkan dukungan dari pemerintah. Diharapkan melalui SMK ini pemerintah dapat mengembangkan secara berkelanjutan bahkan kelak menjadi produsen mobil listrik nasional. Dalam mendukung kebijakan tersebut memerlukan beberapa kesiapan. Dalam penelitian ini kesiapan tersebut berfokus pada kesiapan kurikulum kesiapan siswa kesiapan sarana dan prasarana kesiapan tenaga pendidik (guru) kesiapan anggaran serta kebijakan kepala sekolah ke depan dalam mengembangkan kendaraan listrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti terlibat secara langsung dengan kegiatan dan informan di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam observasi partisipan dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan skema Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan kurikulum masih memerlukan pengmbangan karena jika goal yang akan dicapai adalah kompetensi bidang kendaraan listrik maka kurikulum harus mewadai segala kegiatan yang berhubungan dengan kendaraan listrik. Kesiapan siswa masih perlu dikembangkan lagi karena lulusan SMK nanti menjadi tenaga kerja yang terampil di bidangnya. Kesiapan sarana dan prasarana sekolah sudah baik walaupun masih memerlukan penyesuaian. Sarana dan prasarana tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan sekolah dalam mewujudkan karya inovatif kendaraan listrik. Kesiapan guru sudah cukup baik walaupun masih memerlukan pelatihan dan pengetahuan lebih lanjut. Diskusi dapat dilakukan sehingga dapat mensinergi antar guru dalam tukar pengetahuan tentang kendaraan listrik. Kesiapan anggaran sekolah sudah memadai dan dengan manajemen yang baik maka akan tercipta efisiensi dan keefektifan pembiayaan dalam kegiatan sekolah termasuk membangun kendaraan listrik. Komitmen kepala sekolah untuk mengembangkan kendaraan listrik patut mendapat apresiasi dan dukungan dari semua pihak. Sekolah berupaya memberi solusi kendaraan yang ramah lingkungan dan bebas dari polusi udara.