Skripsi
Pengembangan media pembelajaran D-Ubungen sebagai suplemen buku ajar Kontakte Deutsch pada pembelajaran bahasa Jerman di SMAN Ngoro Jombang / Laili Istikhomah
Abstrak
Istikhomah Laili. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran D- bungen Sebagai Suplemen Buku Ajar Kontakte Deutsch Pada Pembelajaran Bahasa Jerman di SMAN Ngoro Jombang. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Tiksno Widyatmoko M.A (2) Iwa Sobara S.Pd. M.A. Kata Kunci pengembangan media pembelajaran D- bungen bahasa Jerman SMAN Ngoro Jombang. Berdasarkan hasil pembelajaran yang dilakukan peneliti di SMAN Ngoro ditemukan ketidakseimbangan keempat aspek kemampuan berbahasa Jerman. Dalam pembelajaran sehari-hari siswa hanya mempelajari dua dari empat kemampuan berbahasa yaitu membaca dan menulis. Selain itu buku pegangan pembelajaran hanya satu saja yaitu buku Kontakte Deutsch (KD). Sementara itu materi yang terdapat pada buku KD terpisah-pisah sehingga sangat tidak efektif apabila digunakan siswa secara mandiri. Di sisi lain proses pembelajaran belum didukung oleh media secara online atau offline untuk memotivasi siswa sehingga kemampuan siswa dapat berkembang secara maksimal. Oleh karena itu peneliti mengembangkan media pembelajaran bahasa Jerman berbasis flash untuk mendukung keempat kemampuan berbahasa Jerman dengan KD. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode deskriptif kuntitatif yang diadaptasi dari Sugiyono (2011 298) menjadi tujuh langkah yang meliputi potensi dan masalah pengumpulan data desain produk validasi desain revisi desain uji coba produk dan revisi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran D- bungen bagi siswa kelas X semester genap SMAN Ngoro Jombang. Hasil penelitian pengembangan media D- bungen menyajikan latihan soal tema Schule. Media D- bungen dan telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta telah diujicobakan kepada siswa SMAN Ngoro menggunakan angket. Dari hasil analisis validasi dan uji coba diperoleh rata-rata presentase sebesar 89 23% yang termasuk dalam kategori validitas yang tinggi.