Skripsi
Kajian sifat fisika dan kimia tanah pada areal pertanian bawang merah Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo / Mentari Dian Pertiwi
Abstrak
Pertiwi Mentari Dian.2015.Kajian Sifat Fisika dan Kimia Tanah pada Areal Pertanian Bawang Merah di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ir. Juarti M.P (2) Satti Wagistina S.P M.Si Kata Kunci Bawang Merah Sifat Fisika Tanah Sifat Kimia Tanah Penggunaan lahan di Kota Probolinggo didominasi oleh lahan pertanian dengan luas 2593 64 Ha atau 45 77 %. Penggunaan lahan pertanian yang luas menyebabkan pertanian di Kota Probolinggo mempunyai prospek besar untuk dikembangkan. Tanaman bawang merah (Allium ascalonlcum) banyak dikembangkan di daerah ini merupakan komoditas unggulan di Kota Probolinggo. Tanah di Kota Probolinggo terdiri dari order entisol (63 98 %) order vertisol (14 82 %) dan order alfisol (31 20 %). Tanah yang paling cocok untuk ditanami bawang merah adalah jenis tanah entisol atau kombinasinya dengan tanah order oxisol sehingga jenis tanah yang ada di Kota Probolinggo sangat menunjang perkembangan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisika dan kimia tanah pada areal pertanian bawang merah. Sifat fisika tanah meliputi tekstur struktur bobot isi berat jenis porositas permeabilitas dan konsistensi tanah. Sifat kimia tanah meliputi kandungan Nitrogen (N) Fospor (P) Kalium (K) tanah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan purposive sampling. Sampel tanah yang di ambil yaitu 6 sampai 8 sampel tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Sifat fisika tanah menunjukkan hasil tekstur liat struktur gumpal membulat kemantapan agregat tidak stabil porositas rendah sedang permeabilitas agak lambat cepat konsistensi teguh dan sangat teguh. Perubahan yang terjadi pada sifat fisika tanah adalah adanya hasil tekstur liat dan konsistensi teguh menjadi permasalahan yang harus diperbaiki dengan cara penambahan bahan organik. 2) Sifat kimia tanah pada lahan pertanian bawang merah menunjukkan hasil Nitrogen (N) rendah P (Fospor) sangat tinggi K (Kalium) tinggi. Ketiga sifat kimia tanah seharusnya menunjukkan tinggi tetapi unsur N menunjukkan rendah sehingga memerlukan perbaikan dengan pemberian pupuk organik. Penelitian ini menghasilkan saran sebagai berikut 1) Pemberian pupuk kandang sebagai bahan organik berpengaruh terhadap tekstur struktur aerasi retensi akar dan sumber N P dan K bagi pertumbuhan tanaman 2) Penggunaan tanaman sela disebut dengan tanaman pupuk hijau untuk memperbaiki unsur hara N dalam tanah.