Skripsi
Pengembangan modul kearsipan berbasis guided inquiry untuk meningkatkan hasil belajar pada materi organisasi dan masalah pokok kearsipan (studi pada siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran kelas X di SMK PGRI 2 Malang) / Relly Nataria
Abstrak
Nataria Relly.2015. Pengembangan Modul Kearsipan Berbasis Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Organisasi dan Masalah Pokok Kearsipan (Studi pada Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas X di SMK PGRI 2 Malang). Skripsi Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Heny Kusdiyanti S.Pd. M.M (2) Drs. Mohammad Arief M.Si Kata Kunci Modul Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing) Organisasi dan Masalah Pokok Kearsipan dan Hasil Belajar Pengembangan modul kearsipan berbasis guided inquiry merupakan modul yang ditujukan untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran kearsipan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Kearsipan diketahui bahwa bahan ajar yang digunakan oleh guru adalah beberapa buku paket dan download materi dari internet. Guru hanya menjelaskan materi di kelas dan memberikan tugas rumah kurang adanya peran aktif dan mandiri dari siswa. Untuk itu dibutuhkan bahan ajar yang disusun secara sistematis komunikatif dan menarik bagi siswa. Sehingga siswa bisa lebih belajar mandiri dan aktif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu define design develop dan disseminate. Validasi modul dilakukan oleh 1 orang dosen jurusan manajemen program studi administrasi perkantoran Universitas Negeri Malang sebagai ahli modul pembelajaran 1 orang guru mata pelajaran kearsipan SMK PGRI 2 Malang sebagai validator ahli materi dan 6 siswa kelas X SMK PGRI 2 Malang sebagai validator user. Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran Kearsipan pada materi organisasi kearsipan dan masalah pokok kearsipan dengan menggunakan model guided inquiry (inkuiri terbimbing). Sajian dan analisis data pada penelitian ini dibedakan menjadi empat aspek yaitu (1) aspek kelayakan isi (2) aspek kelayakan penyajian (3) aspek kelayakan bahasa dan (4) aspek kelayakan kegrafikaan. Berdasarkan penilaian pada keempat aspek tersebut diperoleh data bahwa modul ini termasuk kategori sangat valid dengan hasil persentase rata-rata uji validasi 91%. Hasil rata-rata kelas pada nilai siswa sebelum menggunakan modul pembelajaran sebesar 66 77 diperoleh dari jumlah nilai keseluruhan ulangan harian pada kelas X APK dibagi dengan jumlah siswa. Rata-rata kelas setelah belajar menggunakan modul pembelajaran mengalami kenaikan menjadi 80 77 dengan persentase kenaikan 83%. Saran kepada guru dan siswa khususnya guru dapat menggunakan modul Kearsipan berbasis guided inquiry sebagai salah satu sumber belajar untuk mempermudah proses kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu modul berbasis guided inquiry disarankan untuk dipelajari di rumah sebelum pembelajaran di kelas.