Skripsi
Pengaruh penggantian variasi rasio final drive terhadap daya dan torsi pada sepeda motor Yamaha Jupiter Z / Debora Alexandra
Abstrak
Alexandra Debora. 2015. Pengaruh Penggantian Variasi Rasio Final Drive Terhadap Daya dan Torsi Pada Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Mardji M. Kes. (II) Drs. Ir. Mustaman M. Pd Kata Kunci Rasio Final Drive Daya Torsi Peningkatan populasi kendaraan bermotor di indonesia dikarenakan produsen kendaraan terutama sepeda motor yang saling bersaing untuk mengembangkan produknya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Namun sebagian masyarakat merasakan bahwa unjuk kerja kendaraannya tidak sesuai dengan yang diharapkan tanpa modifikasi mesin. Cara meningkatkan daya dan torsi kendaraan juga dapat dilakukan dengan modifikasi pada sistem pemindah tenaganya. Penggantian pada rasio final drive dapat dilakukan untuk meningkatkan daya dan torsi kendaraan sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jalan. Penggantian ini dilakukan dengan mengganti jumlah gigi pada engine sprocket dan rear wheel sprocket sehingga menghasilkan variasi rasio final drive. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya dan torsi sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang menggunakan final drive standar pada rasio 2 4 (15-36) dan final drive yang menggunakan variasi rasio 2 769 (13-36) 2 571 (14-36) 2 267 (15-34) 2 533 (15-38). Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Sepeda Motor VEDC Malang. Data nilai daya dan torsi didapatkan dari hasil pengujian menggunakan dinamometer dengan delapan kali pengulangan dan dengan variasi kecepatan yang berbeda. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis data statistik Mann-Whithney test. Hasil penelitian secara keseluruhan berdasarkan perhitungan rata-rata daya sepeda motor Yamaha Jupiter Z tertinggi pada kecepatan tinggi terdapat pada rasio final drive 2 267 yaitu yang menggunakan engine sprocket dengan jumlah gigi 15 dan rear wheel sprocket dengan jumlah gigi 34 dengan besar daya 12 94 hp pada kecepatan 93 km/jam sedangkan daya terendah yang dihasilkan terdapat pada rasio final drive 2 769 yaitu yang menggunakan engine sprocket dengan jumlah gigi 13 dan rear wheel sprocket dengan jumlah gigi 36 dengan besar daya 10 81 hp pada kecepatan 95 km/jam. Untuk torsi tertinggi pada kecepatan rendah terdapat pada rasio final drive tertinggi 2 769 yaitu yang menggunakan engine sprocket dengan jumlah gigi 13 dan rear wheel sprocket dengan jumlah gigi 36 dengan besar torsi 31 9 kgm pada kecepatan 35 km/jam. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan daya dan torsi sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang menggunakan final drive standar dan final drive yang menggunakan variasi rasio. Final drive pada rasio 2 267 yaitu yang menggunakan engine sprocket dengan jumlah gigi 15 dan rear wheel sprocket dengan jumlah gigi 34 digunakan untuk kebutuhan balap karena menghasilkan kecepatan dan daya yang besar. Final drive pada rasio 2 769 yaitu yang menggunakan engine sprocket dengan jumlah gigi 13 dan rear wheel sprocket dengan jumlah gigi 36 dapat digunakan pada medan tanjakan karena menghasilkan torsi yang besar. Final drive pada rasio standar 2 4 yaitu yang menggunakan engine sprocket dengan jumlah gigi 15 dan rear wheel sprocket dengan jumlah gigi 36 digunakan pada jalan perkotaan atau pada kecepatan menengah. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan variasi rasio dan kendaraan yang berbeda pada lingkup yang lain juga perlu ditindak lanjuti misalnya penelitian pada penggunaan roda dan ban atau penelitian lain yang berhubungan dengan sistem pemindah tenaga untuk meningkatkan daya maupun torsi pada kendaraan atau terhadap konsumsi bahan bakarnya.