Skripsi
Pengembangan permainan kursi musik untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar pada Kelompok B di TK Gugus IV Kecamatan Srengat / Dwi Pangestuti
Abstrak
Pangestuti Dwi. 2015. Pengembangan Permainan Kursi Musik untuk Mengembangkan Motorik Kasar pada Kelompok B di TK Gugus IV Kecamatan Srengat. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Hadi Mustofa M.Pd (2) Suryadi S.Sn Kata kunci Pengembangan Permainan Kursi Musik Motorik Kasar. Pembelajaran fisik motorik khususnya motorik kasar di TK Gugus IV Kecamatan Srengat berjalan kurang maksimal. Hal ini dikarenakan pembelajaran hanya diarahkan pada pembelajaran motorik halus yang meliputi menganyam mewarnai dan kolase. Selain itu alat permainan yang menunjang untuk meningkatkan motorik kasar juga kurang memadai. Salah satu alternatif kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru adalah mengembangkan suatu model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk meningkatkan motorik kasar anak yaitu melalui permainan kursi musik. Permainan kursi musik ini terdiri dari kegiatan berlari melompat menggunakan satu kaki dan melompat menggunakan dua kaki. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran yang ada di TK Gugus IV Kecamatan Srengat. Model pembelajaran yang dikembangkan yaitu permainan kursi musik yang diharapkan dapat menyenangkan anak dan mudah dilakukan anak sebagai alternatif pembelajaran untuk mengembangkan motorik kasar yang dilaksanakan di TK Gugus IV Kecamatan Srengat. Prosedur pengembangan permainan kursi musik adalah 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi 2) Melakukan perencanaan 3) Mengembangkan produk awal 4) Melakukan uji coba kelompok kecil dengan 6 subyek 5) Melakukan revisi terhadap produk awal 6) Melakukan uji lapangan utama dengan 94 subyek 7) Melakukan revisi produk operasional. Berdasarkan hasil analisa uji lapangan (kelompok besar) diperoleh penilaian sebanyak sebanyak 90% anak menyatakan mudah melakukan permainan Kursi Musik dan sebanyak 96 8% anak menyatakan bahwa mereka senang melakukan permainan Kursi Musik. Dengan demikian hasil klasifikasi presentase yaitu antara 81% - 100% tergolong dalam sangat kuat (sangat baik digunakan). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan kursi musik mudah dan menyenangkan dilakukan pada anak kelompok B di TK Gugus IV Kecamatan Srengat serta permainan kursi musik ini dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar anak. Sehingga disarankan bagi guru dan sekolah untuk memberi kesempatan pada anak untuk belajar diluar kelas dan memanfaatkan media serta fasilitas yang ada di sekolah agar anak tidak merasa bosan untuk belajar. Bagi peneliti selanjutnya yaitu disarankan untuk mengembangkan model permainan kursi musik agar lebih menarik bagi anak.