Skripsi
Manajemen ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural (studi kasus di SMAK Santo Albertus Malang) / Satrio Ndaruyutanto
Abstrak
Ndaruyutanto Satrio. 2015. Manajemen Ekstrakurikuler Karawitan di Sekolah Multikultural (Studi Kasus di SMAK St. Albertus Malang). Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Mustiningsih M.Pd (II) Wildan Zulkarnain S.Pd M.Pd Kata kunci manajemen ekstrakurikuler karawitan sekolah multikultural 12288 12288 12288 12288 Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar peserta didik dapat mengembangkan kepribadian bakat kreativitas dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Selain itu dari kegiatan ekstrakurikuler juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbagai kegiatan yang ada dalam ekstrakurikuler dapat membantu peserta didik untuk mampu bekerjasama dengan orang lain dan lebih dari itu adalah membangun kemandirian setiap peserta didik. Salah satu ekstrakurikuler yang ada di SMAK St. Albertus Malang adalah karawitan. Ekstrakurikuler karawitan ini sangat unik karena memiliki anggota yang berasal dari daerah dan etnis yang berbeda-beda. Adapun fungsi-fungsi manajemen yang digunakan yaitu perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengawasan dan evaluasi. Oleh karena itu peran manajemen sangat penting dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan demi tercapainya tujuan yang telah direncanakan. 12288 12288 12288 12288 Fokus penelitian ini yaitu manajemen ekstrakurikuler karawitan sekolah multikultural di SMAK St. Albertus Malang. Fokus terperinci dari penelitian terdiri dari (1) perencanaan ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural (2) pengorganisasian ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural (3) pelaksanaan ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural (4) pengawasan dan evaluasi ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural (5) faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural dan (6) upaya mengatasi hambatan dan pemberdayaan pendukung dalam pengelolaan ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini terletak di Jalan Raya Talang 1 Kota Malang. Metode pengumpulan data yaitu wawancara observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan (1) perpanjangan pengamatan (2) ketekunan pengamatan (3) triangulasi sumber dan teknik (4) menggunakan bahan referensi dan (5) pengecekan anggota. 12288 12288 12288 12288 Hasil temuan penelitian ini meliputi (1) perencanaan ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural SMAK St.Albertus Malang terdiri dari penyusunan program kerja koordinasi pembina ekstrakurikuler dengan pihak sekolah perekrutan anggota baru penentuan jadwal latihan tambahan dan perencanaan pengelolaan anggaran (2) pengorganisasian ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural SMAK St.Albertus Malang terdiri dari pembagian tugas dan wewenang pembina pendataan jumlah anggota pemilihan pengurus pembagian tugas kepada anggota (3) pelaksanaan ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural SMAK St.Albertus Malang terdiri dari kegiatan latihan wajib dan latihan tambahan pagelaran akhir semester mengikuti perlombaan (4) pengawasan dan evaluasi ekstrakurikuler karawitan di sekolah multikultural SMAK St.Albertus Malang terdiri dari pengawasan dan evaluasi yang dilakukan oleh pembina dengan anggotanya (proses dan hasil) pengawasan dan evaluasi oleh koordinasi ekstrakurikuler (5) faktor pendukung dalam pelaksanaan ekstrakurikuler karawitan terdiri dari sekolah dan anggota ekstrakurikuler dan faktor penghambat terdiri dari waktu latihan dan tugas sekolah (6) upaya mengatasi hambatan dalam ekstrakurikuler karawitan terdiri dari penambahan jadwal waktu latihan dan komunikasi dan upaya pemberdayaan pendukung terdiri dari pemeliharaan sarana dan prasarana dan kesabaran pembina. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan temuan penelitian dapat disarankan bagi (1) Kepala sekolah SMAK St.Albertus Malang agar dijadikan bahan evaluasi dalam mengawasi kegiatan ekstrakurikuler karawitan sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal kepada peserta didik (2) Pembina ekstrakurikuler karawitan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kedisiplinan anggotanya dalam mengikuti semua kegiatan ekstrakurikuler karawitan (3) Anggota ekstrakurikuler karawitan sebagai motivasi untuk lebih tepat waktu dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan (4) Jurusan Administrasi Pendidikan agar dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam mengembangkan ilmu manajemen peserta didik khususnya yang berkaitan dengan layanan ekstrakurikuler dan (5) Peneliti lain sebaiknya dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dan referensi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan terutama dalam melakukan penelitian yang sejenis berkaitan dengan manajemen ekstrakurikuler.