Skripsi
Analisis sejarah dan visual Reyog Kendang Tulungagung / Pradika Lahitama Reffananda
Abstrak
Reffananda PradikaLahitama. 2015. AnalisisSejarahdan Visual ReyogKendangTulungagung. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sumarwahyudi M. Sn (II)Drs. AndiHarisman Kata Kunci Sejarah Visual ReyogKendangTulungagung Reyog Kendang Tulungagung merupakan gubahan tari rakyatyang ada sejak abad XIV. Dalam gubahan ini barisan prajurit yang berarak diwakili oleh enam orang penari. Ada kisah sejarah dari Reyog Kendang Tulungagung ini antara Raja Bugis Dampu Awang dan Dewi Kilisuci dari kerajaan Kedhirilaya serta masyarakat Tulungagung itu sendiri. Serta visual dari Reyog Kendang Tulungagung seperti pakaian dan alat untuk memainkan Reyog Kendang Tulungagung yang kaya akan makna.Reyog Kendang Tulungagungadalah sebuah hasil dari kebudayaan yang perlu dilestarikan keberadaanya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) MendeskripsikansejarahReyog Kendang Tulungagung (2) Mendeskripsikanvisual Reyog Kendang Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data penyajian data dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara menghubungkan data hasil observasi terhadapReyogKendangTulungagung dengan landasan teori. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasilsejarahdan visual Reyog Kendang Tulungagung. Reyog Kendang Tulungagungmerupakan gubahan tari rakyat. Dalam gubahan Tari Reyog Tulungagung ini barisan prajurit yang berarak diwakili oleh enam orang penari. Kisah sejarahnya adalah ketika Raja Bugis yang bernama Dampu Awang ingin melamar Dewi Kilisuci akan tetapi karena Dewi KIlisuci itu wandu tidak wanita ataupun laki-laki maka ketika dilamar oleh siapapun Dewi Kilisuci selalu menolak. Dewi Kilisuci memberi 6 persyaratan yang aneh untuk menolak Dampu Awang karena kebingungan maka meminta bantuan warga Tulungagung. Setelah semua persyaratan sudah siap lamaranpun di utarakan di proses ini tercipta gerakan-gerakan Reyog Kendang Tulungagung. Sampai akhirnya Dewi Kilisuci menghilangkan diri dan semua berakhir dengan tangan hampa.Visual Reyog Reyog Kendang Tulungagungterdiridarikostum peralatandan instrument. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat kepada penulis. Sehingga ketika terdapat suatu masalah yang sejenis peneliti dapat melakukan penelitian sesuai dengan prosedur serta memberikan pengetahuan kepada penulis bahwa Reyog Kendang Tulungagungmempunyaisejarahdan visual yang kaya akanmaknauntukdijagakeberadaannyasebagaikeseniantradisionalTulungagung. Kepada penelitian lain apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis dengan objek atau subjek yang berbeda skripsi ini bisa digunakan sebagai referensi dan perbandingan yang nantinya dapat dikembangkan lagi untuk lebih baik.