UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Ungkapan bahasa Tae\' yang mempresentasikan kearifan lokal etnik Luwu / Sitti Harisah

Harisah, Sitti - Nama Orang;

Abstrak
Harisah Sitti. 2014. Ungkapan Bahasa Tae yang Merepresentasikan Kearifan Lokal Etnik Luwu. Disertasi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Maryaeni M.Pd (2) Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd. dan (3) Prof. Dr. Djoko Saryono M.Pd. Kata kunci kearifan lokal etnik Luwu ibarat pepatah peribahasa perumpamaan pemeo. Ungkapan bahasa Tae yang digunakan oleh etnik Luwu merupakan representasi kearifan lokal budaya etnik Luwu. Ungkapan tersebut terwujud sebagai hasil interaksi etnik Luwu dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya yang melingkupinya. Dalam perspekstif teoretis ungkapan bahasa Tae merupakan lambang identitas budaya etnik Luwu dan dipandang identik dengan sifat dan perilaku etnik Luwu. Fokus penelitian ini adalah bentuk ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu fungsi dan pesan ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu dan strategi penggunaan ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu. Tujuannya menemukan bentuk ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu mendeskripsikan pesan dan fungsi ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu dan mendeskripsikan strategi penggunaan ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian etnografi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa ungkapan bahasa Tae yang dianalisis berdasarkan bentuk fungsi dan pesan strategi penggunaan ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara mendalam perekaman dan studi dokumentasi. Data ungkapan diperoleh dari informan yang terdiri atas informan terpilih dan informan bebas. Informan terpilih yaitu tetua adat dan budayawan. Sementara itu informan bebas adalah beberapa orang masyarakat Baebunta yang dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Tae . Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis etnografi menurut teori Spradly yakni analisis domain analisis taksonomi analisis komponensial dan analisis tema kultural. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai bentuk ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu dapat disimpulkan bahwa ungkapan tersebut memiliki lima macam bentuk yaitu perumpamaan peribahasa pepatah ibarat dan pemeo. Kedua mengenai fungsi dan pesan ungkapan bahasa Tae disimpulkan bahwa ungkapan bahasa Tae yang merepresentasikan kearifan lokal etnik Luwu itu memiliki berbagai ragam fungsi dengan pesannya masing-masing. Antara fungsi dan pesan tidak dapat dipisahkan karena fungsi tidak akan ada bila tidak ada pesan. Fungsi edukatif memiliki sepuluh ragam pesan yaitu pesan tentang etos kerja sabar dan ikhlas bersikap netral mengejar prestasi mengubah kebiasaan buruk syukur nikmat berhemat sikap mandiri dan sikap konsisiten. Selain itu fungsi etik pribadi memiliki lima belas ragam pesan yaitu pesan tentang sikap sopan tekun patuh malu introspeksi diri rajin (tidak malas) tanggung jawab taat pada kebenaran menjauhi sifat kikir menjauhi sifat kasar mengendalikan emosi sikap realistis menyayangi orangtua menjauhi sifat serakah dan sikap tegas. Selanjutnya fungsi moral memiliki empat ragam pesan yaitu jujur amanah menjaga kehormatan dan menghargai kebakan orang. Sementara fungsi sosial memiliki tiga ragam pesan yaitu pesan tentang menjaga persatuan peduli kepada sesama dan sikap ramah. Ketiga mengenai strategi penggunaan ungkapan bahasa Tae disimpulkan bahwa ternyata sebagai salah satu bentuk folklor ungkapan bahasa Tae milik etnik Luwu disampaikan dengan menggunakan strategi langsung dan strategi taklangsung. Sementara penggunaan ungkapan bahasa Tae paling banyak disampaikan dengan menggunakan strategi taklangsung. Mengenai penggunaan kiasan dalam ungkapan ternyata kiasan yang digunakan sangat bervariasi bentuknya meliputi kata frasa idiom klausa dan kalimat utuh. Jadi ada ungkapan yang makna kiasnya muncul dari satu kata saja yang terdapat dalam ungkapan tersebut namun ada pula ungkapan yang makna kiasnya justru tercipta dari keseluruhan kata dari sebuah kalimat utuh yang digunakan sebagai ungkapan tersebut. Penggunaan kiasan dalam ungkapan bahasa Tae ini dipengaruhi oleh konteks sosial budaya etnik Luwu. Mereka punya pemahaman terhadap suatu benda atau binatang yang mereka rasa paling tepat untuk dipersamakan dengan sifat sikap dan keadaan seseorang.


Informasi Detail
DDC
Rd 499.226 HAR u
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikaan Bahasa Indonesia, 2015.
Deskripsi Fisik
xvii, 300 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01345/KI/15
Edisi
Disertasi (Pasca Sarjana). Universitas Negeri Malang, 2015
Subjek
1. BAHASA TAE' - UNGKAPAN
Pembimbing
1. Maryaeni ; 2. Imam Suyitno ; 3. Djoko Saryono
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik