Tesis
Discourse markers in EFL students\' expository essays of five development methods / Titik Rahayu
Abstrak
Titik Rahayu. 2015. Discourse Markers in EFL Students Expository Essays of Five Development Methods. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasrajana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Bambang Yudi Cahyono M. Pd. M.A. Ph. D. (II) Dr. Emalia Iragiliati M. Pd. Kata Kunci penanda wacana lima metode pengembangan paragraf esai ekspositori Penanda wacana sangat bermanfaat untuk membangun koherensi dan kohesi dalam sebuah teks. Penanda wacana berperan penting untuk memautkan ide-ide di dalam teks dengan memberikan petunjuk tekstual kepada pembaca dan membantu mereka untuk menginterpretasikan makna yang dimaksud. Aspek kohesi dan koherensi sangat penting dalam penilaian. Kohesi yang menciptakan koherensi menentukan kualitas dari sebuah teks. Beberapa penelitian yang dilaksanakan di konteks pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing telah menemukan beberapa kecenderungan penggunaan jenis penanda wacana tertentu di dalam sebuah tipe teks. Oleh karena itu penelitian ini mencoba menemukan fenomena dari penggunaan penanda wacana dalam esai ekspositori menggunakan lima metode pengembangan yang dihasilkan oleh siswa prasarjana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Tiga hal utama yang didiskusikan melalui analisis esai ekspositori dengan lima metode pengembangan adalah sebagai berikut (1) jenis penanda wacana yang sering digunakan di lima metode pengembangan dari esai ekspositori (2) variasi umum dari penanda wacana yang digunakan oleh siswa yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan (3) ke(tidak)patutan dari penggunaan penanda wacana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korpus dengan menganalisa 275 esai yang ditulis oleh 55 siswa dari kelas C dan kelas D jurusan pendidikan bahasa Inggris prasarjana Universitas Negeri Malang tahun akademik 2014/2015. Mereka mengambil mata kuliah Essay Writing. Esai dikembangkan dengan menggunakan lima metode pengembangan yaitu (1) contoh (2) perbandingan dan kontras (3) klasifikasi (4) analisis proses dan (5) analisis sebab-akibat. Analisis esai menggunakan program AntConc 3.2.4w. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penanda wacana sering digunakan oleh siswa di lima metode pengembangan esai ekspositori. Hasil tersebut menyatakan bahwa esai contoh perbandingan dan kontras dan klasifikasi menggunakan banyak penanda elaboratif. Akan tetapi esai analisis proses dan analisis sebab-akibat menggunakan banyak penanda inferensial. Selain itu setiap jenis penanda wacana menunjukan beberapa variasi umum (1) penanda kontras menunjukkan lima variasi umum yaitu but however although on the other hand dan in contrast (2) penanda elaboratif menunjukkan enam variasi umum yaitu also and for example or moreover dan in addition dan (3) penanda inferensial menunjukkan enam variasi umum yaitu because so then because of in conclusion dan therefore. Dari analisis kepatutan penanda wacana ada beberapa masalah yang dapat digolongkan ke dalam enam kategori pokok yaitu (1) pertukaran tidak setara (2) kelebihan penggunaan (3) logika dangkal (4) pertautan yang salah (5) ketidaklengkapan semantik dan (6) gangguan. Kesalahan yang paling sering adalah pertautan yang salah. Kesalahan tersebut menyebabkan beberapa masalah yang berhubungan dengan kohesi dan koherensi teks. Berdasarkan temuan penelitian ini mahasiswa masih bermasalah dengan penggunaan penanda wacana. Oleh karena itu guru seharusnya meningkatkan kesadaran siswa akan penggunaan penanda wacana dalam menulis khususny esai ekspositori. Kemudian peneliti selanjutnya perlu mengkaji korelasi antara penggunaan penanda wacana dan skor tulisan siswa penggunaan penanda wacana sehubungan dengan retorika pengembangan materi untuk penggunaan penanda wacana dalam esai ekspositori persepsi mahasiswa terhadap penggunaan penanda wacana untuk menghasilkan esai yang kohesif dan koheren dan perbandingan antara penggunaan penanda wacana dalam konteks asing dan konteks asli.