Skripsi
Partisipasi politik warga Nadhliyin Bojonegoro dalam Pemilu tahun 1999-2009 / Roy Yani Prasetyo
Abstrak
ABSTRAK Prasetyo R.Y. 2015. Partisipasi Politik Warga Nahdliyin Bojonegoro Dalam Pemilu Tahun 1999-2009. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Hariyono M.Pd. Kata Kunci Partisipasi Politik Warga Nahdliyin Pemilu Warga Nahdliyin merupakan masyarakat mayoritas di Bojonegoro. Berdasarkan penggalian informasi hampir 70% masyarakat Bojonegoro merupakan warga Nahdliyin. Peran dan pengaruhnya dalam bidang politik sangatlah besar salah satunya adalah dalam pelaksanaan Pemiludi mana jumlah suara menjadi faktor utama. Berdasarkan gambaran di atas peneliti mengajukan beberapa rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana kehidupan politik di Bojonegoro pada awal Reformasi (2) Bagaimana partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dalam Pemilu tahun 1999-2009 (3) Apa saja faktor yang mempengaruhi partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dalam Pemilu tahun 1999-2009 (4) Bagaimana kecenderungan partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dalam Pemilu tahun 1999-2009 (5) Bagaimana relevansi partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dengan pembelajaran sejarah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan kecenderungan partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jadi dapat diketahui seberapa besar pengaruh warga Nahdliyin dalam Pemilu di Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Langkah-langkah metode sejarah meliputi pemilihan topik heuristik kritik interpretasi dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari dokumen-dokumen terkait Pemilu sejarah lisan dan studi literatur. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui kritik ekstern dan kritik intern. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa (1) Kehidupan politik di Bojonegoro pada awal Reformasi ditandai dengan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih demokratis dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Selain itu kehidupan politik di Bojonegoro pada awal Reformasi juga diiringi dengan persaingan politik yang ketat. (2) Partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dalam Pemilu tahun 1999-2009 beragam atau tidak terfokus pada salah satu partai politik atau calon terpilih. Partisipasi politik warga Nahdliyin berdasarkan Bagan Piramida Partisipasi Politik dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu pemain penonton dan apatis. Pemain adalah para tokoh NU yang tersebar di partai-partai politik penonton adalah warga Nahdliyin yang berperan sebagai pemilih namun warga Nahdliyin yang berperan sebagai pemain tidak dihitung meskipun pemain juga memiliki hak memilih dan apatis adalah warga Nahdliyin yang tidak menggunakan hak pilihnya.(3) Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik warga Nahdliyin antara lain adalah faktor historis faktor ketokohan faktor pendekatan masyarakat dan faktor kepentingan.Selain itu partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro sering dimobilisasi oleh kelompok-kelompok kepentingan.(4) Sedangkan untuk kecenderungan partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dalam Pemilu tahun 1999-2009 lebih kepada partai-partai yang memiliki basis Nahdatul Ulama yang kuat dan kepada tokoh-tokoh Nahdatul Ulama. Para tokoh NU banyak yang menjadi anggota PKB Partai Golkar PPP PDI-P dan Partai Demokrat yang nantinya juga berperan sebagai mobilisator warga Nahdliyin.(5) Sedangkan untuk relevansi partisipasi politik warga Nahdliyin Bojonegoro dengan pembelajaran sejarah adalah nilai-nilai karakter yang terkandung didalamnya yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar sejarah. Nilai-nilai yang terkandung dalam penelitian ini adalah nilai toleransi demokratis cinta tanah air dan tanggungjawab. Jika hasil penelitian ini digunakan untuk bahan ajar sejarah maka sangat cocok untuk pelajaran sejarah lokal sejarah kontemporer dan sejarah politik. Hendaknya penelitian tentang sejarah politik di Bojonegoro lebih dikembangkan dan digali lagi guna melengkapi bagian-bagian yang belum pernah diteliti. Berdasarkan studi literatur kajian tentang sejarah politik Bojonegoro masih jarang dan banyak bagian yang belum dikaji.Misalnya tentang kehidupan politik di Bojonegoro pada masa Orde Baru dan semua dampak kebijakan pada masa itu atau kehidupan politik di Bojonegoro pada masa Reformasi dan semua dampak kebijakan politik pada masa itu terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Bojonegoro. Disarankan kepada peneliti selanjutnya (1) dalam melakukan penelitian peneliti harus memiliki bukti dan sumber yang kuat (2) peneliti harus memiliki penguasaan lapangan yang baik (3) dan peneliti harus menguasai konsep-konsep politik.