Skripsi
Persepsi ekspektasi konsumen terhadap kualitas batik tulis khas Ponorogo / Wahyu Dwi Suryandari
Abstrak
Suryandari Wahyu Dwi. 2015. Persepsi dan Ekspektasi Konsumen terhadap Kualitas Batik Tulis Khas Ponorogo.Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Anik Dwiastuti ST. MT. (II) Dra. Idah Hadijah M.Pd. Kata Kunci persepsi ekspektasi kualitas batik tulis khas Ponorogo 12288 12288 12288 12288 Batik Tulis Khas Ponorogo adalah batik yang dibuat menggunakan tangan dengan motif yang terilhami dari kesenian reog yang menjadi ikon di Kota Ponorogo. Eksistensi batik tulis khas Ponorogo belum dikenal oleh masyarakat luas sehingga diupayakan dengan berbagai strategi untuk meningkatkan pangsa pasar salah satunya melalui strategi kualitas. Meningkatnya kualitas produk batik dengan tujuan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen dapat dicapai dengan membuat produk yang berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut dimana kualitas batik tulis khas Ponorogo belum pernah diukur secara empiris dengan demikian diperlukan pembahasan mengenai persepsi dan ekspektasi konsumen untuk mengetahui kualitas batik tulis khas Ponorogo. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif dengan menganalisis gap antara persepsi dan ekspektasi terhadap kualitas batik tulis khas Ponorogo. Responden dalam penelitian ini yaitu konsumen batik sejumlah 70 responden. Pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data dilakukan dengan memberikan skor menentukan rata-rata menentukan gap dan interpretasi hasil. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi dan ekspektasi konsumen tinggi terhadap delapan dimensi kualitas batik tulis khas Ponorogo artinya kepuasan konsumen terpenuhi dan konsumen mengharapkan dimensi tersebut tetap dipertahankan (2) sesuai pengukuran antara persepsi dan ekpektasi delapan dimensi kualitas batik tulis khas Ponorogo rata-rata gap bernilai positif artinya harapan konsumen terpenuhi (3) perceptual mapping batik tulis khas Ponorogo menempati dua area yaitu kuadranB dan kuadranC yang termasuk kuadran B tujuh dimensi artinya kepuasan konsumen terpenuhi dan konsumen juga mengharapkan dimensi tersebut. Sementara yang termasuk kedalam kuadranC dimensi harga artinya kepuasan konsumen belum terpenuhi dan konsumen tidak mengharapkan harga yang ditetapkan pada batik tulis khas Ponorogo. 12288 12288 12288 12288 Saran yang terkait dengan kesimpulan diatas (1) pengrajin perlu mempertahankan dimensi keindahan perawatan keunikan daya tahan kegunaan keawetan dan aman (2) pengrajin perlu mengembangkan dimensi keindahan yang berkaitan dengan motif dengan cara menggali atau mengeksplor motif-motif khas Ponorogo lebih dalam lagi (3) pengrajin perlu memperbaiki dimensi harga dengan cara harga batik tulis khas Ponorogo dibuat harga yang bervariatif (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat meneliti lebih dalam dan lebih luas tentang kualitas produk fashion lain atau produk batik di daerah lain.