Skripsi
Pengaruh penerapan variasi model pembelajaran kooperatif berbantuan media audiovisual dengan musik latar terhadap rata-rata motivasi belajar sistem operasi pada siswa kelas X TKJ di SMK PGRI Wlingi / Jalu Febry Kesumaninggalih
Abstrak
ABSTRAK Kesumaninggalih Jalu Febry. 2015. Pengaruh Penerapan Variasi Model Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Media Audiovisual dengan Musik Latar terhadap Rata-rata Motivasi Belajar Sistem Operasi pada Siswa Kelas X TKJ di SMK PGRI Wlingi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Setiadi C.P. M.Pd. M.T. (2) Triyanna Widiyaningtyas S.T. M.T. Kata kunci variasi model kooperatif audiovisual dengan musik latar motivasi Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perbedaan rata-rata motivasi dari penerapan tiga model pembelajaran kooperatif berbantuan media audiovisual dengan musik latar (AVM). Model kooperatif yang digunakan adalah numbered heads together (NHT) jigsaw dan think-pair-share (TPS). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap rata-rata motivasi yang paling berbeda antara penerapan NHT-AVM dengan jigsaw-AVM NHT-AVM dengan jigsaw-AVM dan jigsaw-AVM dengan TPS AVM. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest-only control design. Pengukuran variabel terikat berupa motivasi belajar dilakukan setelah pemberian treatment dengan menggunakan kuesioner motivasi belajar. Uji prasyarat hipotesis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Setelah memenuhi syarat uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji anava satu jalur untuk mengetahui perbedaaan rata-rata motivasi belajar akibat ketiga penerapan metode pembelajaran kooperatif berbantuan AVM. Setelah uji anava satu jalur dilanjutkan dengan uji post hoc untuk mengetahui perbedaan rata-rata motivasi belajar signifikan dari ketiga perlakuan tersebut. Uji prasyarat dan uji hipotesis dilakukan dengan bantuan Software SPSS 17.0 for Windows. Hasil uji anava satu jalur mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan rata- rata motivasi antara ketiga penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan AVM. Hal ini terlihat dari nilai probabilitas sebesar (0 037) sig.(0 05). Selanjutnya dari hasil uji lanjut post hoc test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata motivasi belajar antara penerapan NHT-AVM dengan jigsaw- AVM. Hal ini terlihat dari nilai probabilitas kurang dari taraf signifikan 0 05 yaitu 0 049. Sedangkan rata-rata motivasi belajar antara penerapan NHT-AVM dengan TPS-AVM dan antara penerapan jigsaw-AVM dengan TPS-AVM tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai probabilitasnya masing-masing adalah 0 173 untuk penerapan NHT-AVM dengan TPS-AVM dan 0 840 untuk penerapan jigsaw-AVM dengan TPS-AVM. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan motivasi belajar sistem operasi model kooperatif yang paling cocok dipadukan dengan media AVM adalah NHT. Hal ini terlihat dari analisis deskriptif yang menyatakan bahwa motivasi belajar sistem operasi akibat penerapan NHT-AVM dalam kategori sedang menuju tinggi. Saran dari peneliti yaitu guru harus memerhatikan kecocokan antara karakteristik siswa penerapan metode media dan fasilitas yang tersedia agar tujuan pelajaran dapat tercapai