Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran perakitan komputer berbasis problem based learning kelas X semester 2 SMK Program Studi Keahlian Teknik Komputer dan Informatika / Renitha Erdiana
Abstrak
ABSTRAK Erdiana Renitha. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Perakitan Komputer Berbasis Problem Based Learning Kelas X Semester 2 Program Studi Keahlian Teknik Komputer dan Informatika. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muladi S.T. M.T. Pembimbing (II) Triyanna Widyaningtyas S.T. M.T. Kata kunci Modul pembelajaran Perakitan Komputer Problem Based Learning Seiring dengan adanya proses perubahan pada kurikulum pendidikan yang digunakan di Indonesia proses pembelajaran pun mengalami perubahan dalam aplikasinya. Proses pembelajaran pada awalnya cenderung berpusat pada guru (teacher centered) mulai bergeser menjadi berpusat pada siswa (student centered). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Perakitan Komputer di SMKN 4 Malang yang menggunakan Kurikulum 2013 guru menggunakan model teacher centered dan discovery learning dimana siswa diberikan materi secara langsung kemudian praktikum. Siswa juga tidak memiliki bahan ajar yang dapat dipelajari secara mandiri. Pada kurikulum 2013 salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah model problem based learning yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih mengeksplorasi berdasarkan kemampuannya sehingga tercipta belajar lebih mandiri. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan menguji kelayakan dan menguji efektivitas bahan ajar berbentuk modul pembelajaran Perakitan Komputer berbasis problem based learning Kelas X semester 2 program studi keahlian Teknik Komputer dan Informatika. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan yaitu model penelitian dan pengembangan Dick and Carey. Model pengembangan Dick and Carey terdiri dari 10 tahapan yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran mengidentifikasi perilaku dan karakteristik merumuskan tujuan pembelajaran analisis pembelajaran mengembangkan butir test acuan patokan mengembangkan strategi pembelajaran mengembangan bahan ajar melaksanakan uji coba formatif revisi bahan ajar dan melaksanakan uji coba sumatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini adalah lembar hasil wawancara dan angket. Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka didapatkan hasil persentase dari ahli materi 96 8% ahli media 95 34% uji coba kelompok kecil 88 5% dan uji coba lapangan 83 37% dengan interpretasi kelayakan sangat layak dari batas minimal persentase validitas 75 01%. Dari hasil uji sumatif semua siswa mendapatkan nilai di atas KKM. Sehingga dari analisis data dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran perakitan komputer berbasis problem based learning layak digunakan sebagai bahan ajar siswa secara mandiri ataupun pembelajaran di SMK.