Skripsi
Hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan morale kerja guru SD se-kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso / Rosita Rahmaniar Rizki
Abstrak
Rizki Rosita Rahmaniar. 2015. Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Morale Kerja Guru SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Harmini S.Pd. M.Pd (II) Drs. A. Badawi S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Gaya kepemimpinan kepala sekolah morale kerja guru SD Gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah pola perilaku seorang yang ditunjukkan dalam usahanya memengaruhi aktivitas guru dan mengajak para guru dalam suatu usaha bersama guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Morale kerja guru adalah reaksi emosional dan mental guru terhadap pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) gaya kepemimpinan kepala sekolah SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso (2) morale kerja guru SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso dan (3) hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan morale kerja guru SD Se-Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini yaitu rancangan korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik penyebaran kuisioner dan managerial grid. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasional dan analisis hipotesis. Hasil analisis data Theta sebesar 0 15. Dua kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Improverished Leadership memiliki guru sebanyak 4 orang dengan morale kerja tinggi dan 8 orang dengan morale kerja rendah. Dua kepala sekolah gaya kepemimpinan Relationship Leadership memiliki guru sebanyak 12 orang dengan morale kerja tinggi dan 8 orang dengan morale kerja rendah. Empat kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Balanced Leadership memiliki guru sebanyak 24 orang dengan morale kerja tinggi dan 12 orang dengan morale kerja rendah. Enam kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Task Oriented Leadership memiliki guru sebanyak 32 orang dengan morale kerja tinggi dan 13 orang dengan morale kerja rendah. Enam kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan Integrated Leadership memiliki guru sebanyak 46 orang dengan morale kerja tinggi dan 13 orang dengan morale kerja rendah. Berdasarkan data analisis Theta dapat disimpulkan bahwa antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan morale kerja guru terdapat hubungan yang sangat rendah atau lemah sekali. Kepala sekolah yang hanya memberikan perhatian pada tugas dan kepala sekolah yang hanya memberikan perhatian pada orang yang dipimpin sebaiknya menyembimbangkan antara perhatian pada tugas dan orang yang dipimpin. Bagi guru yang memiliki morale kerja rendah harus bisa memperbaiki morale kerjanya agar menjadi morale kerja tinggi.