Skripsi
Peran kepala sekolah di sekolah satu atap (studi kasus di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang) / Novia Dewi Irgianti
Abstrak
ABSTRAK Irgianti Novia Dewi. 2015. Peran Kepala Sekolah Di Sekolah Satu Atap (Studi Kasus di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang). Skripsi Jurusan Administarsi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Mustiningsih M.Pd Pembimbing (II) Desi Eri Kusumaningrum M. Pd. Kata kunci peran kepala sekolah sekolah satu atap. Penyelenggaraan lembaga pendidikan sangat memerlukan adanya kepemimpinan kepala sekolah yang menjadi unsur utama dalam terselenggaranya pendidikan sebab pendidikan tersentral pada keberadaan kepala sekolah yang menanganinya. Begitu pula dengan adanya sekolah satu atap yang di dalamnya terdapat lebih dari satu lembaga pendidikan sangat memerlukan peran seorang pemimpin untuk mengelola sekolah-sekolah yang menjadi tanggung jawab dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satunya sekolah satu atap yang merupakan model pendidikan berbeda jenjang TK dan SD SD dan SMP yang pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya berlangsung pada satu tempat. Model ini di desain untuk mendekatkan lembaga pendidikan ke tempat yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat. Tujuan dengan adanya lembaga pendidikan satu atap tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak dapat bersekolah hanya karena faktor letak sekolah. TK-SD Satu Atap sendiri merupakan penyelenggaraan taman kanak-kanak (TK) yang berada dalam satu kesatuan dengan SD baik secara terpadu maupun terpisah baik dalam satu lokasi maupun beda lokasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa fokus penelitian mengenai (1) peran kepala sekolah sebagai manajer di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang (2) peran kepala sekolah sebagai administrator di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang (3) peran kepala sekolah sebagai motivator di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang (4) peran kepala sekolah sebagai supervisor di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang dan (5) faktor pendukung dan penghambat kegiatan kepala sekolah dalam memimpin TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian merupakan studi kasus. Pada penelitian ini peneliti berperan sebagai instrumen kunci sedangkan informan penelitian adalah Kepala Sekolah pelaksana/pengajar tingkat TK guru tingkat SD tenaga kependidikan peserta didik dan wali murid/stakeholder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data dengan metode ketekunan pengamatan triangulasi dan kecukupan bahan referensi. Ada tiga tahapan dalam penelitian ini meliputi tahapan persiapan tahapan pelaksanaan dan tahapan pelaporan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa peran kepala sekolah di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang diantaranya yaitu (1) peran sebagai manajer yaitu meliputi kegiatan manajemen atau mengelola sekolah sesuai fungsi manajemen yaitu menyusun perencanaan sekolah diantaranya program kerja dan program pembelajaran menyusun program kerja tahunan empat tahunan dan depalan tahunan kepala sekolah dibantu TU untuk tingkat SD dan Pelaksana untuk tingkat TK menjadi fasilitator menyusun laporan sekolah secara berkala melaksanakan monitoring evaluasi kegiatan sekolah memberikan masukan saran dan ide pengambil keputusan dan memberikan penilaian kinerja guru sedangkan terkait bidang garapan yaitu mengelola peserta didik personalia keuangan sarana prasarana kurikulum dan humas (2) peran sebagai administrator yaitu berkaitan dengan kegiatan ketata usahaan yang diantaranya membagi tugas dan tanggung jawab sesuai struktur dan job description mengajak koordinasi semua pihak sekolah membuat catatan kinerja guru menyusun laporan keuangan mengumpulkan dokumen/arsip penting mengecek kelengkapan administrasi sekolah dan memenuhi kepentingan dan kebutuhan guru (3) peran sebagai motivator meliputi menampung keluhan dan kesulitan guru memberikan arahan dan masukan memberikan fasilitas memberikan pujian/kata-kata dan reward memberikan bingkisan makan bersama dan rekreasi memberikan motivasi peserta didik TK SD dan inklusi dan menumbuhkan disiplin (4) peran sebagai supervisor yaitu menyusun program supervisi 2 mingguan 1 bulan dan 6 mingguan melaksanakan supervisi dengan teknik rapat (KKG mini) dan kunjungan kelas supervisi yang diterapkan adalah supervisi klinis dan melakukan pembinaan dan perbaikan (5) faktor pendukung dan penghambat meliputi masalah pembagian waktu dalam mengelola TK dan SD pengambilan keputusan yang kurang cepat dan tepat masalah dalam mendahulukan tugas sedangkan pendukungnya saling kerjasama dan koordinasi antara kepala sekolah dengan para guru. Saran yang dapat dikemukakan untuk menjalankan peran sebagai kepala sekolah hendaknya menjabarkan kembali tugas-tugas yang berkaitan dengan bidang garapan administrasi kepala sekolah dan lebih terperinci untuk kemudahan dalam menangani administrasi TK dan SD juga mengevaluasi kembali peran dan fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang diterapkan di TK-SDN Satu Atap Sumbersari 1 Malang serta lebih cepat dan tepat dalam melakukan pengambilan keputusan dalam berbagai hal.