Skripsi
Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan Meronce Berpola pada anak Kelompok B TK PGRI 2 Poncokusumo Kabupaten Malang / Erni Rizky Lilasari
Abstrak
ABSTRAK Lilasari Erni Rizky. 2015. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce Berpola pada Anak Kelompok B TK PGRI 2 Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Usep Kustiawan M.Sn. (II) Dra. Harti Kartini M.Pd. Kata Kunci motorik halus meronce berpola TK. Berdasarkan hasil observasi awal ditemukan fakta bahwa kegiatan pembelajaran pengembangan kemampuan motorik halus pada kelompok B TK PGRI 2 Poncokusumo belum mampu melatih anak menggerakkan jari tangan pembelajaran belum memfasilitasi anak mengoptimalkan berbagai teknik motorik halus. Anak terlihat kaku saat memegang gunting pensil dan kertas lipat. Oleh karena itu perlu diciptakan strategi yang dapat melatih otot-otot halus salah satunya dengan latihan meronce berpola. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kegiatan meronce berpola untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK PGRI 2 Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa lembar observasi panduan wawancara setra dokumentasi. Subyek penelitian ini anak kelompok B TK PGRI 2 Poncokusumo Kabupaten Malang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce berpola dapat dilakukan untuk meningkatkan motorik halus anak TK PGRI 2 Poncokusumo Kabupaten Malang. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada siklus I sebesar 65 05 dengan persentase keberhasilan sebesar 61 90% nilai rata-rata meningkat menjadi 84 81 dengan persentase keberhasilan sebesar 85 71%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulan bahwa kemampuan motorik halus anak dapat meningkat melalui kegiatan meronce bepola. Dari penelitian ini diharapkan guru dapat menggunakan kegiatan meronce berpola dengan memperhatikan langkah-langkah meronce dengan benar serta motivasi bagi guru untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam kegiatan meronce berpola untuk peningkatan motorik halus.