Skripsi
Pergeseran bentuk dan makna dalam latihan penerjemahan buku Sanah Ula \'z-Zawaj karya Amir Abu Samiyyah / Wiwit Rahma Wati
Abstrak
ABSTRAK Wati Wiwit Rahma. 2015. Pergeseran Bentuk dan Makna dalam Latihan Penerjemahan Buku Sanah la z-Zaw j Karya mir Ab Samiyyah. Skripsi. Jurusan Satra Arab. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Nurul Murtadho M.Pd (2) Ali Ma sum S.Pd M.A. Kata Kunci prosedur penerjemahan pergeseran bentuk pergeseran makna. Penerjemahan menurut Newmark (1988 5) adalah upaya mengubah makna atau pesan suatu teks dari suatu bahasa dengan makna atau pesan yang sama atau sepadan dalam bahasa yang lain. Namun dalam rangka menemukan kesepadanan ini seorang penerjemah dihadapkan pada berbagai kesulitan diantaranya adalah dari segi bahasa yang berbeda antara BSu dengan BSa karena sifat dari bahasa yang unik (Kridalaksana 1990 3). Untuk mengatasi kesulitan tersebut digunakan prosedur tertentu diantaranya adalah prosedur transposisi dan modulasi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pergeseran bentuk (transposisi) yang terjadi dalam latihan penerjemahan buku Sanah la Z-Zaw j karya mir Ab Samiyyah dan (2) pergeseran makna (modulasi) yang terjadi dalam latihan penerjemahan buku Sanah la Z-Zaw j karya mir Ab Samiyyah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif sesuai dengan data yang berupa kata frasa dan kalimat yang bersumber pada dokumen hasil penerjemahan buku Sanah la Z-Zaw j karya mir Ab Samiyyah oleh Wiwit Rahma Wati (2014). Sesuai dengan hasil penelitian ditemukan pergeseran bentuk atau transposisi yang meliputi (1) transposisi wajib dan otomatis dilakukan dengan mengubah bentuk jamak BSu kedalam bentuk tunggal dalam BSa (2) transposisi sistem dan kaidah dilakukan dengan mengubahan urutan fungsi BSu (3) transposisi kewajaran berkaitan dengan perbedaan kelas kata antara BSu dan BSa dan (4) transposisi kerumpangan dilakukan dengan menambahkan kosakata tertentu dalam BSu. Keempat macam transposisi ini dilakukan untuk memperoleh padanan yang paling wajar berterima dan mudah bagi pembaca BSa untuk menyerap maksud yang terkandung dalam BSu secara tepat. Adapun pergeseran makna (modulasi) yang terjadi meliputi (1) modulasi wajib atau linguistik dilakukan dengan mengubah pola aktif menjadi pasif dan sebaliknya mengubah kata khusus kedalam kata umum serta mengubah pola negatif menjadi positif dan (2) modulasi bebas atau non linguistik dilakukan dengan mengeksplisitkan kata-kata yang masih implisit dan mencari padanan yang paling alami dalam BSa. Kedua jenis modulasi ini dilakukan untuk memperoleh padanan makna yang paling sesuai dan wajar serta memperoleh kesan yang langsung kepada pembaca BSa. Oleh karena itu disarankan bagi peneliti sejenis selanjutnya untuk memperluas cakupan penelitiannya mengenai prosedur penerjemah tidak hanya pada prosedur transposisi dan modulasi melainkan prosedur yang lain yang terdapat dalam teks terjemahan. Selain itu disarankan juga bagi peneliti untuk memperdalam cakupan penelitian terhadap bentuk-bentuk transposisi dan modulasi pada kata frasa dan kalimat.