Tesis
Analysis of the grammatical errors in recount texts written by eight graders of SMP Negeri 3 Blitar / Noka Dara Cahyaningtyas
Abstrak
ABSTRAK Cahyaningtyas N. D. 2012. Analisis Kesalahan Tata Bahasa dalam Teks Recount yang Ditulis oleh Siswa Kelas 8 SMP Negeri 3 Blitar. Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Nur Hayati S.Pd. M.Ed. Key Words kesalahan tata bahasa teks recount kelas delapan Tata Bahasa merupakan salah satu komponen bahasa yang mempengaruhi penyampaian ide atau informasi. Penggunaan tata bahasa yang benar dan dapat diterima khususnya dalam teks tertulis merupakan sesuatu yang krusial agar penyampaian pesan kita berhasil. Kompleksitas tata bahasa dalam bahasa Inggris dan perbedaan strukturnya dengan bahasa Indonesia seringkali membuat pelajar Indonesia kesulitan untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai tata bahasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengobservasi menganalisis dan menjelaskan kesalahan tata bahasa yang ditulis oleh siswa Indonesia yang mempelajari bahasa Inggris khususnya 33 siswa dari kelas 8B SMP Negeri 3 Blitar berdasarkan rekomendasi dari guru bahasa Inggris. Diharapkan peneliti memperoleh data yang kaya. Penelitian diharapkan memberikan data empiris pada kesulitan siswa dalam memahami tata bahasa dan apa yang perlu ditingkatkan. Sumber data pada penelitian ini adalah teks recount yang ditulis oleh siswa. Teks recount dipilih karena pada saat penelitian siswa sedang mempelajari teks recount. Topik yang diberikan adalah Liburan . Tiap-tiap siswa harus menulis sebuah teks yang terdiri dari paling sedikit 10 kalimat. Kesalahan tata bahasa diidentifikasi diklasifikasi dan dianalisis menggunakan Surface Strategy Taxonomy oleh Dulay et al. (1982). Revisi juga disajikan. Hasil dari penelitian ini ditulis secara deskriptif. Setelah mengklasifikasikan data peneliti menemukan empat jenis kesalahan pada tulisan siswa yaitu Omission Addition Misformation dan Misordering. Terdapat 606 kesalahan pada total 374 kalimat. Kesalahan omission sebanyak 40.59%. Kebanyakan adalah omission of grammatical morphemes seperti omission of articles prepositions dan plural markers. Kesalahan misformation of archi-forms dan alternating-forms sebanyak 27.89% dari total kesalahan. Kesalahan addition seperti addition of prepositions articles dan suffixes sebesar 24.92%. Kesalahan misordering sebesar 4.5% yaitu misordering of phrase. Hasil penelitian juga mengungkap pola kesalahan dari beberapa siswa. Sebagai contoh seorang siswa menggunakan was/were (contohnya I was went to Bali with my friends and my teachers.) Siswa lain tidak menggunakan past tenses dalam teks recount (contohnya On last week I and my family go to the Malang city.) Dari hasil penelitian tampak jika kesalahan muncul akibat pengaruh interlingual. Siswa menggunakan struktur bahasa Indonesia dalam bahasa Inggris. Kesalahan yang ada juga menunjukkan bahwa siswa belum memahami beberapa struktur dasar Bahasa Inggris dalam penulisan teks recount mereka seperti siswa tidak menggunakan imbuhan ed (contohnya 7 o clock I arrive at Malang) dan pada penggunaan be (contohnya I was went to Bali.) Berdasarkan hasil disarankan guru bahasa Inggris di sekolah-sekolah untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan tata bahasa pada tulisan mereka dengan melihat masalah siswa seperti yang ditemukan dalam penelitian ini. Guru bahasa Inggris perlu memberikan feedback pada penggunaan tata bahasa dalam tulisan siswa agar kesalahan tersebut dapat dikurangi dan di minimalisir. Disarankan untuk tetap mengajarkan tata bahasa meskipun secara implisit. Materi tata bahasa juga harus dilampirkan atau digabungkan dengan kemampuan lain tidak hanya pada kemampuan menulis.