Skripsi
Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (MHP) kelas X-TIPTL SMK Negeri 2 Probolinggo / Muhammad Andi Bahtiar
Abstrak
ABSTRAK Bahtiar Muhammad Andi. 2015. Penerapan Model Problem Based Learning UntukMeningkatkanMotivasidanHasilBelajarSiswapada Mata PelajaranMenggunakanHasilPengukuran (MHP) Kelas X-TIPTL SMK Negeri 2 Probolinggo. Skripsi. Program StudiPendidikanTeknikElektro JurusanTeknikElektro FakultasTeknik UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara M.Pd. (2) YuniRahmawati S.T. M.T. Kata Kunci Model Problem Based Learning (PBL) MotivasiBelajardanHasilBelajar. Model pembelajaranProblem Based Learning (PBL) merupakansalahsatu model pembelajaran yang membuatsiswabelajarmelaluipenyelesaianpermasalahandunianyatasecaraterstrukturuntukmengonstruksipengetahuansiswa. Di SMK Negeri 2 Probolinggo ada berbagai mata pelajaran umum dan mata pelajaran produktif. Khususnya pada jurusan Teknik Listrik terdapat beberapa mata pelajaran dasar yang wajib ditempuh oleh siswa kelas X Teknik Instalasi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik (TIPTL). Salah satu mata pelajaran dasar yang membutuhkan pemahaman lebih dari siswa yaitu mata pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (MHP). Model yang digunakan pada saat proses pembelajaran adalah masih berpusat pada guru. Sehinggamembuatsiswakurangtermotivasidalampembelajarandanberdampakpadahasilbelajarsiswa yang masihbelumtuntas. Dalampenelitianini telahditerapkan model Problem Based Learning (PBL) untukmeningkatkanmotivasidanhasilbelajarsiswa. Metodepenelitiankelas yang digunakanadalah model Kemmis Mc.Taggart yang memanfaatkansiklussebagaitolakukurpenelitian. Padasetiapsiklusberisikantahapan-tahapanyaitu perencanaan tindakan pengamatan danrefleksi. Padapenelitianinidilaksanakansebanyak 2 siklusdengansubjekpenelitianadalahsiswakelas X TIPTL-2 SMKN 2 Probolinggo. Hasilpenelitian yang telahdilaksanakandiperoleh model keterlaksanaanpembelajaranpadasiklus I sebesar 74 16 % meningkatpadasiklus II sebesar 89 99 %. Kemudianhasilbelajarsiswa yang tuntaspadasiklus I sebesar 70 37 % lalumeningkatpadasiklus II sebesar 100 %. Tingkat motivasibelajarsiswapadasaat proses pembelajaranmenggunakan model Problem Based Learning (PBL)memilikipersentase rata-rata sebesar 84 25 % dengankualifikasi Termotivasi . Hasiltersebutmenunjukkankeberhasilanpenerapan model Problem Based Learning (PBL)yang telahdilaksanakanbermanfaatuntukmenjadikansiswalebihaktifdankomunikatifdalam proses pembelajaran. Serta dapatmeningkatkanhasilbelajardanmotivasibelajarsiswa.