Skripsi
Pengungkapan diri remaja lesbi Butchi di SMK Kota Malang / Fitrya Khoirunnisa
Abstrak
ABSTRAK Khoirun Nisa Fitriya. 2015. Pengungkapan Diri Remaja Lesbi Butchi di SMK Kota Malang. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang pembimbing (1) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah M.Pd (2) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd. Kata Kunci pengungkapan diri remaja lesbi butchi. Idealnya seorang lelaki akan jatuh cinta dan berpasangan dengan seorang wanita begitu pula sebaliknya. Adanya ketertarikan pada sesama jenis merupakan keunikan. Beberapa orang menyebutkan timbulnya ketertarikan ini menunjukkan bahwa seseorang adalah homoseksual. Dari sedikit ringkasan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul pengungkapan diri remaja lesbi butchi di SMK Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data penyajian data dan mengambil kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Kaum lesbian dalam proses pengungkapan diri dengan sahabat teman sebaya menggunakan komunikasi interpersonal. (2) Gaya berpenampilan mereka yang maskulin merupakan salah satu simbol dalam pengungkapan diri mereka. (3) Kaum lesbian melakukan pengungkapan diri tidak hanya kepada sahabat terdekatnya namun juga bersama teman sebayanya dan juga guru atau pendidik mereka namun terbatas hanya dengan mereka yang bisa memahami kondisi dirinya sebagai seorang lesbian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar kaum lesbi butchi lebih banyak melakukan proses pengungkapan diri dengan sahabat terdekat mereka dibanding dengan teman sebaya dan pendidik disebabkan tingkat penerimaan mereka dalam memahami kondisi diri mereka sebagai lesbian. Dalam ketiga subjek dapat diketahui bahwa kaum lesbi butchi dalam proses pengungkapan diri kepada sahabat dan teman sebaya memiliki persamaan dalam gaya komunikasi. Sedangkan terdapat perbedaan gaya komunikasi dalam pengungkapan diri mereka terhadap guru. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan beberapa hal berikut (1) Dalam tugas menjadi seorang konselor maka tingkat pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena yang berkaitan dengan lesbian dan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi kaum pelajar lesbian merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. (2) Konselor akan lebih bijaksana apabila tetap menjaga asas kerahasiaan dan kode etik dalam melaksanakan tugas seorang konselor terutama pada lesbian. (3) Memberikan motivasi emosional yang memadai kepada kaum lesbian akan menambah tingkat kepercayaan diri mereka untuk terus memahami kondisi dirinya dan terbuka dalam pengungkapan dirinya.