Skripsi
Implicitness in textual mode of 9GAG instagram postings / Atikah Dewi
Abstrak
ABSTRAK Dewi Atikah. 2015. Keimplisitan dalam Mode Tekstual pada Postingan 9gag Instagram. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aulia Apriana S.S. M.Pd. dan Pembimbing (II) Maria Hidayati S.S. M.Pd. Kata Kunci keimplisitan implikatur prinsip kooperatif 9gag Instagram. Penelitian ini menampilkan 9gag Instagram salah satu situs internet penyedia humor yang kaya akan implikatur sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tipe-tipe implikatur dan perwujudannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama dan dalam kerangka teori tentang pragmatik prinsip kooperatif dan implikatur. Dua puluh data dipilih dari 9gag Instagram media berbagi foto dan video online. Diawali dengan pemilihan postingan berdasarkan beberapa kriteria seperti yang menggunakan mode tekstual yang mengandung lebih dari satu kata serta yang diposting pada Juli 2014. Kemudian data dianalisis dengan mengacu pada kerangka teori. Selanjutnya data dipresentasikan berdasarkan klasifikasi dan tabulasi. Penelitian ini menghasilkan tiga tipe implikatur yaitu (1) particularized conversational implicature (PCI) (45%) (2) generalized conversational implicature (GCI) (40%) dan (3) conventional implicature (CI) (15%). Selain itu berdasarkan pada perwujudan implikatur dalam teks enam bentuk manifestasi digunakan di postingan 9gag Instagram antara lain (1) bridging (27.5%) (2) thematic switch (20.7%) (3) assertion (20.7%) (4) figures of speech (13.8%) (5) obscurity (7.0%) dan (6) p and q order (10.3%). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa (1) implikatur pada postingan 9gag Instagram cenderung berdasar pada konteks karena PCI yang memperoleh frekuensi paling tinggi merupakan implikatur yang terikat dengan konteks (2) tipe-tipe dan manifestasi implikatur saling terkait. Dengan demikian penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi para penikmat linguistik sebagai referensi tentang analisis implikatur. Akan tetapi para peneliti selanjutnya disarankan untuk tidak hanya mengambil teks humor sebagai objek penelitian implikatur melainkan teks non-humor seperti debat politik iklan karya sastra dan teks lainnya yang mungkin mengangkat isu-isu menarik.