Skripsi
Invisible cage: a study of hidden slavery in the film the Help / Kristi Yana Prabarini
Abstrak
ABSTRAK Prabarini Kristi Yana. 2014. Penjara yang Tidak Terlihat Penyelidikan tentang Perbudakan yang Tersembunyi dalam Film The Help. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Kukuh Prayitno Subagyo M.A. Kata kunci teori Postcolonial teori Marxist perbudakan tersembunyi pembantu kulit hitam sistem pembebasan. The Help adalah film Amerika tahun 2012 diadaptasi dari novel Kathryn Stockett dengan judul yang sama. Film ini bercerita tentang perlakuan majikan kulit putih terhadap pembantu kulit hitam pada awal tahun 1960 an selama Pergerakan Hak-hak Sipil di Mississippi yang dipertanyakan oleh seorang jurnalis kulit putih Euginia Skeeter Pheelan. Kemudian Skeeter membantu para pembantu kulit hitam dengan menghimpun suara mereka untuk membuat sebuah buku berjudul The Help. Nama Sketer dan para pembantu disamarkan menjadi anonim di dalam buku. Buku tersebut mengungkap perjalanan para pembantu kulit hitam ketika melayani keluarga kulit putih. Film ini menunjukkan bagaimana Skeeter melewati berbagai permasalahan dalam membantu para pembantu tersebut. Film ini mempunyai kepentingan yang penting untuk disampaikan karena film ini memperlihatkan ideologi yang rasis muncul tanpa disadari dalam teks budaya melalui pertanda tertentu. Representasi pembantu kulit hitam menggema dalam representasi populer dari perbedaan dan pe-lain-an . Penggambaran pembantu kulit hitam masih tetap dalam stereotip lama pengaturan representasi. Penggambaran mereka masih bertahan dalam dasar representasi rasial bahwa penggambaran pembantu kulit hitam tidak pernah terlepas dari perbudakan meskipun zaman perbudakan telah berakhir. Analisis skripsi ini menggunakan teori Postcolonial dan Marxist sebagai pendekatan. Kedua teori ini mengungkap perbedaan rasial adalah sebuah permasalahan representasi semenjak orang kulit putih menentukan stereotip rasial melihat kehitaman pembantu kulit hitam dan keadaan primitif mereka. Penggambaran pembantu kulit hitam sebagai yang lain tereksploitasi di dalam film ini. Lebih lanjut stereotip rasial menjadi dasar ideologi rasis melalui pembentukan institusi rasis yang disebarkan kedalam masyarakat oleh para pemimpin kelas. Kemudian peminpin kelas menggunakan kekuasaan sosial mutlak kepada pembantu kulit hitam yang menentukan keseluruhan hidup mereka dikendalikan dalam sebuah penjara yang tak nampak. Inilah yang diusulkan oleh Marxist bahwa relasi kekuasaan dan kesadaran keliru dapat berlangsung bahkan dalam relasi sosial berskala kecil dan tetap tersembunyi khususnya relasi antara majikan dan pembantu kulit hitam. Dalam analisis menunjukkan bahwa perbudakan tersembunyi di dalam hidup para pembantu kulit hitam terjadi di dalam kehidupan sehari-hari mereka ketika melayani keluarga kulit putih. Selanjutnya hasil yang diharapkan dari pertolongan Skeeter memungkinkan mengubah hidup para pembantu tersebut. Namun hal ini menuntun kepada penguatan perbudakan tersembunyi secara tidak sadar kepada para pembantu kulit hitam. Ide Skeeter untuk menulis buku tersebut dipandang sebagai ide penguasa kelas karena dia memiliki kekuasaan dan pengetahuan. Dia sebagai subjek dari ideologi dimanfaatkan untuk mempengaruhi pikiran para pembantu. Dia memberikan pemikiran mengenai persamaan hak dan keadilan yang hak dan keadilan tersebut hanya dapat dimiliki oleh orang kulit putih. Para pembantu tersebut menjadi lebih mudah menerima pemahaman tersebut bahwa mereka masih memiliki hak-hak asasi mereka sebagai manusia meskipun mereka adalah pembantu upah rendahan. Akhir dari film ini membawa gagasan tentang wajah baru perbudakan di dalam sistem perbudakan tersembunyi karena pada akhirnya para pembantu dengan sepenuh hati menjalankan pekerjaan mereka dan kesetiaan mereka kepada majikan kulit putih. Penggambaran perbudakan tersembunyi juga menuntun kita pada isu dialektika majikan-budak dan Sambo.