Skripsi
Pengembangan model permainan untuk pemanasan dalam pembelajaran tolak peluru kelas VIII SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar / Aris Setiawan
Abstrak
ABSTRAK Setiawan Aris. 2015. Pengembangan Model Permainan untuk Pemanasan dalam Pembelajaran Tolak Peluru Kelas VIII SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Agus Tomi M.Pd (II) Febrita Paulina H S.Pd. M.Pd. Kata Kunci permainan pemanasan tolak peluru Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru pendidikan jasmani dan siswa SMPN 2 Sutojayan Kabupaten Blitar pada tanggal 1 November 2013 pembelajaran tolak peluru yang dilakukan belum pernah menggunakan model-model permainan untuk pemanasannya. Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) didapatkan hasil dari 2 guru pengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 2 guru menyatakan bahwa siswa kurang menyukai pembelajaran tolak peluru. Sementara itu 80 64% siswa merasa bahwa tolak peluru kurang menarik dan 6 43% siswa merasa bahwa tolak peluru tidak menarik. Penelitian pengembangan ini mengunakan metote Borg dan Gall Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan model-model permainan untuk pemanasan dalam pembelajaran tolak peluru. Diharapkan pengembangan ini dapat mempersiapkan siswa unt uk kegiatan selanjutnya yang lebih berat dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar ini termasuk penelitian dan pengembangan. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Produk awal telah di justifikasi oleh ahli permainan ahli pembelajaran ahli atletik dan ahli media yang hasil akhirnya menunjukkan bahwa model permainan untuk pemanasan dapat digunakan. Ahli permainan diperoleh 76 66% ahli pembelajaran diperoleh 77 67% ahli atletik diperoleh 87 50% dan ahli media diperoleh 67 22%. Dari hasil evaluasi uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 10 siswa diperoleh 85 98% dan pada uji coba kelompok besar dengan menggunakan 30 siswa diperoleh 87 70% sehingga model permainan untuk pemanasan dalam pembelajaran tolak peluru di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitardapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran yang dapat diberikan di antaranya dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas peneliti memberi saran yaitu bahwa sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju baik isi maupun kemasan. Selain itu untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas tidak hanya di SMPN 2 Sutojayan Kabupaten Blitar tapi juga di sekolah-sekolah yang lain. Sehingga buku panduan model permainan untuk pemanasan dalam pembelajaran tolak peluru ini lebih menarik dan bermanfaat khususnya bagi kalangan guru mata pelajaran pendidikan jasmani.