Skripsi
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS) berbasis praktikum untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep fisika siswa kelas X-MIA 5 SMAN 1 Kesamben / Diyan Kurnia Agustin
Abstrak
ABSTRAK Agustin Diyan Kurnia. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair and Share (TPS) Berbasis Praktikum untuk Meningkatkan Keaktifan dan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X-MIA 5 SMA N 1 Kesamben. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Parno M.Si. (2) Drs. Purbo Suwasono M.Si Kata Kunci Model kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS) praktikum keaktifan pemahaman konsep fisika siswa Berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa keaktifan dan pemahaman konsep fisika di kelas X-MIA 5 SMA N 1 Kesamben masih rendah. Solusi terhadap permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS) berbasis praktikum yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep fisika kelas X-MIA 5. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan 5 kali pertemuan tiap siklus. Setiap siklus mempunyai 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Penelitian dilakukan pada tanggal 3 Maret 2015 sampai 4 April 2015 dengan subyek penelitian yaitu guru fisika dan siswa kelas X-MIA 5. Materi dalam penelitian adalah suhu dan kalor. Analisis data diperoleh dari hasil pengamatan keterlaksanaan guru keterlaksanaan siswa keaktifan siswa dan nilai pemahaman konsep fisika siswa. Data temuan penelitian menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan guru pada siklus I sebesar 83 82 % dengan kategori sangat baik dan pada siklus II sebesar 99 50 % dengan kategori sangat baik. Keterlaksanaan guru mengalami peningkatan sebesar 15 68 % dari siklus I ke siklus II. Untuk keterlaksanaan siswa pada siklus I diperoleh persentase sebesar 82 84 % dengan kategori sangat baik dan pada siklus II sebesar 96 07 % dengan kategori sangat baik. Keterlaksanaan siswa mengalami peningkatan sebesar 13 23 % dari siklus I ke siklus II. Keaktifan siswa yang diamati dala penelitian ini adalah mengajukan pertanyaan menjawab pertanyaan melakukan praktikum menuliskan hasil praktikum dan mengerjakan LKS. Pada tahap pra tindakan diperoleh persentase keaktifan siswa sebesar 34 20 % dengan kategori kurang pada siklus I sebesar 78 10 % dengan kategori baik dan pada siklus II sebesar 91 83 % dengan kategori sangat baik. Persentase ini meningkat sebesar 43 90 % dari pra tindakan ke siklus I dan meningkat sebesar 13 73 % dari siklus I ke siklus II. Pemahaman konsep fisika siswa menunjukkan persentase klasikal pada tahap pra tindakan sebesar 44 73 % dengan rata-rata nilai tes 66 05 pada siklus I sebesar 76 31 % dengan rata-rata nilai tes sebesar 83 15 dan pada siklus II sebesar 92 10 % dengan rata-rata nilai tes sebesar 93 68. Persentase ini menunjukkan peningkatan sebesar 31 58 % dari pra tindakan ke siklus I dan peningkatan sebesar 15 79 % dari siklus I ke siklus II.