Skripsi
Kondisi sosial ekonomi orang tua yang mempunyai anak tidak melanjutkan ke SLTA di Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang / Firman Ardyansyah
Abstrak
ABSTRAK Ardyansyah firman. 2014. Kondisi Sosial Ekonomi Orang TuaPadaAnak Tidak Melanjutkan ke SLTA di Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Skripsi Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Budijanto M.Sos (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu M.Si Kata Kunci Kondisi sosial ekonomi minat bersekolah anak Berdasarkan data dariUPTD Pendidikan Kecamatan Tempeh tahun 2012menunjukkandi Desa Pandanwangi memiliki jumlah yang cukup tinggi yaitu 39 anak SLTP yang memilih untuk tidak meneruskan ke jenjang SLTA. Hal ini di dugakarena kondisi sosial ekonomi serta kurangnya dorongan motivasi dan perhatian dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta bertujuan untuk mendeskripsikan faktor apa yang menyebabkan anak lebih memilihuntuk tidak melanjutkan ke SLTA didaerah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Jumlah responden yang diteliti sebanyak98 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa tabulasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwatingkat pendidikan terakhir orang tua yang memiliki anak tidak melanjutkan sekolah ke SLTAmayoritas tingkat SD. Jenis pekerjaan orang tua yang memiliki anak tidak melanjutkan sekolah ke SLTAsebagai petani sebanyak 26 5%. Tingkat pendapatan orang tua didaerah tersebut relatif rendah yakni dibawah Rp 1.500.000 perbulan. Serta beban tanggungan orang tua yang memiliki anak tidak melanjutkan sekolah ke SLTArata-rata sebanyak 3 orang. Hal itu menunjukkan bahwa tingkat pendapatan orang tua tidak sebanding dengan pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya sehingga anak cenderung untuk memilih bekerja dari pada bersekolah. Dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua rendah menyebabkan anak tidak meneruskan ke jenjang SLTA. Hal ini terbukti tingkat pendidikan serta kondisi perekonomian keluarga yang relatif rendah dapat menciptakan rasa ingin untuk membantu kondisi orang tua. Mereka cenderung untuk memilih tidak meneruskan sekolah khusunya tingkat SLTP ke SLTA dan lebih memilih mencari kerja guna membantu perekonomian keluarga.