Skripsi
Perkembangan pondok pesantren Al Yasini Kabupaten Pasuruan tahun 1953-2014 / Saifudin
Abstrak
ABSTRAK Saifudin. 2014. Perkembangan Pondok Pesantren Al Yasini Kabupaten Pasuruan Tahun 1953-2014. Skripsi Program Studi Ilmu Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Abdul Latif Bustami M.Si. Pembimbing (II) Dra. Yuliati M.Hum. Kata Kunci Perkembangan Pondok Pesantren Al Yasini Kabupaten Pasuruan Pesantren telah lama menjadi lembaga yang memiliki kontribusi penting dalam ikut serta mencerdaskan bangsa. Sejarah mencatat banyak pesantren yang tumbuh berkembang dan akhirnya mati kelangsungan sebuah pondok pesantren tergantung dari kapasitas kiai yang memimpin. Sebuah pesantren akan mengalami kegoncangan ketika menapak pada kepemimpinan generasi ketiga hal ini ditandai dengan perpecahan kepemimpinan antara penerus pesantren namun hal ini tidak terjadi pada Pondok Pesantren Al Yasini. Perkembangan Pondok Pesantren Al Yasini erat kaitannya dengan kiai yang memimpin meskipun sudah mengalami tiga kali pergantian pemimpin pesantren tidak mengalami perpecahan dan pondok pesantren semakin berkembang. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yang akan dikaji yaitu (1) Bagaimana latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Al Yasini (2) Bagaimana perkembangan Pondok Pesantren Al Yasini selama periode1953-2014. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah meliputiheuristik yaitu pengumpulan sumber kritikyaitu pengujian mengenai kebenaran dan ketepatan atau akurasi dari sumber data interpretasi yaitu analisa dari fakta yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah dan historiografi yaitu penulisan sejarah. Teknik penelitian dilakukan melalui studi kepustakaan studi dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pondok pesantren dirintis oleh KH. Yasin Abdul Ghoni pada tahun 1940 yang berlokasi di Dusun Areng-areng Desa Ngabar Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Setelah beliau wafat pondok pesantren diasuh oleh KH. Imron Fathulloh pada tahun 1953 pada masa ini pesantren mulai membangun gedung asrama untuk santri dan mulai mengembangkan pendidikan klasikal madrasah diniyah. Alasan KH. Imron Fatchullah mendirikan Pondok Pesantren Al Yasini karena beliau meneruskan perjuangan pengasuh pesantren sebelumnya yaitu KH. Yasin Abdul Ghoni. Sejak tahun 1990 pondok pesantren diasuh oleh KH. Abdul Mujib Imron. Pondok pesantren mulai menerapkan pendidikan terpadu yaitu sistem pendidikan formal dikolaborasikan dengan pendidikan agama hal ini membuktikan Pondok Pesantren Al Yasini telah membuka diri terhadap perkembangan jaman yang semakin maju dengan cara mempertahankan tata kehidupan lama yang baik dan mengambilmetodebaru yang inovatif. Dari penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa telah terjadi tiga kali pergantian kepemimpinan pesantren yaitu KH. Yasin Abdul Ghoni (1940-1951) KH. Imron Fatchullah (1953-1990) dan KH. Abdul Mujib Imron (1990-sekarang) ketiga pemimpin pesantren ini memiliki ciri kepemimpinan yang tidak sama satu sama lain sehingga berdampak pada perkembangan pesantren. Perkembangan pondok pesantren erat kaitannya dengan sikap kiai yang menjadi pemimpin pesantren terutama pada masa KH. Abdul Mujib Imron beliau mempunyai sikap yang lebih terbuka dan toleran terhadap perkembangan jaman bahkan KH. Abdul Mujib Imron terjun ke politik sehingga secara tidak langsung berdampak pada santri dan juga alumni pesantren.