Skripsi
Persepsi guru sejarah SMA terhadap implementasi kurikulum 2013 dalam mata pelajaran sejarah: studi kasus di SMA Negeri 7, 8, 9 Kota Malang / Muhammad Soalihin
Abstrak
ABSTRAK Soalihin Muhammad. 2015. Persepsi Guru Sejarah SMA Terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Mata Pelajaran Sejarah Studi Kasus Di SMA Negeri 7 8 dan 9 Kota Malang. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Kasimanudin Ismain. M Pd (II) Aditya Nugroho Widiadi. S.Pd M.Pd Kata Kunci Persepsi Implementasi Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru yang diimplementasikan di SMA.Implementasi Kurikulum 2013 pada awalnya dihadapkan pada Pro dan Kontra dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 dalam mata pelajaran di sekolah. Awalnya ada beberapa kalangan yang mendukung implementasi Kurikulum 2013 dan ada juga yang menolak implementasi kurikulum 2013 sehingga persepsi di kalangan gurupun berbeda dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah di SMA Kota Malang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi guru sejarah SMA Negeri 7 8 9 Kota Malang dalam implementasi Kurikulum 2013 dalam mata pelajaran sejarah. Persepsi guru sejarah dikelompokan menjadi tiga bagian yaitu (1) persepsi guru sejarah terhadap pelatihan Kurikulum 2013 dalam mata pelajaran sejarah (2) persepsi guru sejarah terhadap Implementasi kurikulum 2013 dalam pembalajaran sejarah dan (3) persepsi guru sejarah terhadap sarana dan prasarana pembelajaran sejarah dalam Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu tahap observasi tahap wawancara dan tahap dokumentasi. Sedangkan cara untuk melakukan pengecekan keabsahan data yaitu dengan memperpanjang waktu penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) persepsi guru sejarah SMA Negeri 7 8 9 Kota Malang terhadap Implementasi Kurikulum 2013 pada tahap pelatihan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa guru sejarah di tiga sekolah ini merasa puas dengan adanya pelatihan implementasi Kurikulum 2013 dalam mata pelajaran sejarah sehingga sangat membantu dalam proses pembelajaran mata pelajaran sejarah di kelas. Pelatihan yang diikuti oleh guru sejarah SMA mampu menciptakan pembelajaran sejarah yang penuh dengan analisis berpikir kritis dan membangun wawasan pendidikan karakter siswa SMA. (2) persepsi guru sejarah terhadap implementasi Kurikulum 2013 memberikan peluang dan kedudukan yang baik terhadap mata pelajaran sejarah sejak diberlakukannya Kurikulum 2013 dalam mata pelajaran sejarah pelajaran sejarah sudah tidak bisa dipandang sebelah mata oleh guru mata pelajaran lain hal ini ditunjukan dengan adanya penambahan jumlah jam pembelajaran dalam mata pelajaran sejarah Kurikulum 2013. (3) persepsi guru sejarah terhadap kelayakan fasilitas sarana dan prasarana dalam mendukung implementasi Kurikulum 2013 sudah sangat layak sebab di tiga sekolah ini sudah menyiapkan sarana pembelajaran sejarah yang memadai sesuai dengan standar kelayakan sarana dan prasarana yang memadai yaitu adanya Laboratorium IPS yang mengumpulkan koleksi bukti sejarah yang berupa koleksi replika benda-benda sejarah buku dan referensi yang sangat komplit baik dari Dinas Pendidikan maupun sumber referensi dari guru sejarah itu sendiri dan didukung lagi dengan ruangan kelas yang sangat nyaman untuk pembelajaran sejarah. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah (1) Peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengungkapkan tingkat keberhasilan Kurikulum 2013 di SMA dalam pembelajaran sejarah. (2) Peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengungkapkan evaluasi keberhasilan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran sejarah dan (3) Peneliti selanjutnya diharapkan mampu menentukan sarana dan prasarana yang paling cocok untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 yang sangat kompleks.