Skripsi
Peningkatan keterampilan menulis narasi melalui model example non example siswa kelas V di SDN Sentul 4 Blitar / Dino Arum Hari Ristanto
Abstrak
ABSTRAK Ristanto Dino Arum Hari. 2015. Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi Siswa Melalui Model Example Non Example Kelas V Di SDN Sentul IV Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Program S- 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dosen Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Murdiah M.Pd (II) Dra. Yuliwidiarti M.Pd Kata kunci keterampilan menulis narasi model Example Non Example Berdasarkan observasi awal pratindakan yang dilakukan di kelas V SDN Sentul 4 Blitar ditemukan permasalahan antara lain guru menggunakan model ceramah yang tidak mengaktifkan siswa dalam pembelajaran menulis narasi guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi guru tidak membimbing siswa yang memiliki ketidakmampuan membaca dan menulis sehingga siswa tidak aktif terlibat dalam pembelajaran serta sikap komunikatif siswa masih rendah. Dengan demikian menyebabkan hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan belajar baik secara individu maupun klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia mengenai keterampilan menulis narasi melalui model Example Non Example. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus masing- masing terdiri dari dua pertemuan. Tiap siklus dilakukan dengan tahapan perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi tes wawancara catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian keterampilan menulis diperoleh data sebagai berikut pada pratindakan persentase ketuntasan belajar klasikal siswa kelas V SDN Sentul IV Blitar adalah sebesar 33% dengan rata-rata 68 2 dan dengan kualifikasi sangat kurang pada siklus I rata-rata persentase ketuntasan belajar klasikal siswa kelas V SDN Sentul 4 Blitar pertemuan pertama meningkat menjadi 64% dengan rata-rata 73 11 dengan kualifikasi kurang dan pada pertemuan kedua menjadi 71% dengan rata-rata 73 25 dengan kualifikasi baik. Pada siklus II meningkat lagi menjadi 71% dengan rata-rata 75 07 dengan kualifikasi baik dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 85% dengan rata-rata 76 85 dengan kualifikasi baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis narasi melalui model Example Non Example meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sentul IV Blitar. Untuk itu diharapkan guru menggunakan model Example Non Example dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sehingga siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran dan memperoleh hasil belajar yang maksimal khususnya pada keterampilan menulis narasi.