Skripsi
The implementation of lesson study in vocational schools in Malang / Narendra Dyah Inggita
Abstrak
ABSTRAK Inggita Narendra Dyah. Implementasi Lesson Study di Sekolah Menengah Kejuruan di Malang. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Francisca Maria Ivone M.A. Ph.D (II) Siti Muniroh S.Pd. M.A. Kata Kunci Lesson Study calon guru magang Calon guru Pendidikan Bahasa Inggris khususnya di Universitas Negeri Malang diwajibkan untuk berpartisipasi dalam program magang yang disebut Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Calon guru harus mengikuti Lesson Study (LS) sebagai program wajib dalam magang. LS adalah sebuah cara untuk mengembangkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara guru bekerja secara kolaboratif untuk merencanakan rancangan and tujuan pembelajaran melaksanakan pembelajaran di kelas mengadakan diskusi dan refleksi dari proses pembelajaran. Namun walaupun langkah-langkah pelaksanaan LS telah dijelaskan pada Juklak PPL Keguruan dan penyuluhan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) masih terdapat perbedaan dan kebingungan dalam pelaksanaan LS oleh para calon guru. Sebagai salah satu calon guru peneliti telah melaksanakan LS pada program magang. Selama LS banyak manfaat yang ditawarkan pada calon guru namun ada juga yang tidak merasa nyaman dengan adanya program tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan LS di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan manfaat serta tantangan LS menurut persepsi calon guru. Penelitian ini menggunakan desian penelitian deskriptif yang digunakan untuk mendapatkan informasi sebuah fenomena dan kemudiam dideskripsikan secara kualitatif. Kuisioner dan wawancara digunakan untuk mendapatakan infromasi yang sehubungan dengan rumusan masalah. Data yang diperoleh dari kuisioner kemudian dianalisa dengan menggunakan prosentase dan data yang diperoleh dari wawancara dianalisa secara kualitatif. Penemuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan LS di SMK tidak sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh LP3. Terdapat beberapa calon guru yang bekerja secara individual daripada secara kolaboratif. Refleksi juga dilakukan sedikit tidak sesuai dengan yang dianjurkan karena para pengamat lebih mengadili calon guru. Namun LS memberikan calon guru pengetahuan dan pengalaman sebagai manfaatnya. Calon guru dapat saling belajar mempraktikkan kemampuan mengajar mereka mendapat pengetahuan dan informasi dari para pengamat memahami kelebihan dan kekurangan mereka dalam mengajar dan lain-lain. Tantangan dalam pelaksanaan LS diantaranya adalah krisis rasa percaya diri dimana para calon guru merasa gugup karena mereka diamati ketika mengajar. Tantangan lainnya yaitu menemukan jadwal yang tepat untuk melaksanakan LS menghubungi para pengamat mengatur waktu dan kelas ketika mengajar dan yang terakhir tantangan bagi LP3 yaitu menyampaikan informasi mengenai LS pada orang-orang yang terlibat dalam program ini. Berdasarkan hasil temuan maka direkomendasikan pada LP3 untuk mengadakan pertemuan dan menjelaskan langkah-langkah serta aturan LS secara lebih efektif. Para calon guru direkomendasikan untuk mencari sumber-sumber lain sebagai informasi tambahan mengenai LS dan membaca Juklak PPL Keguruan sebelum melaksanakan LS. Dosen pembimbing dan guru pamong diharapkan dapat melaksanakan kebijakan yang telah dibuat oleh LP3. Akhirnya peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai sumber tambahan dalam melaksanakan penelitian mengenai LS.