Skripsi
Penerapan model pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada siswa kelas X mata pelajaran ekonomi di SMA 1 Rengel Tuban / Nisa Oktavia
Abstrak
ABSTRAK Oktavia Nisa. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada siswa kelas X Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Rengel Tuban. Skripsi. Jurusan Ekonomi Program Studi Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prih Hardinto M.Si (II) Dr. Imam Mukhlis SE. M.Si Kata Kunci Snowball Throwing Aktivitas Belajar Hasil Belajar. Pemahaman materi yang kurang pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Rengel Tuban dikarenakan pada saat proses pembelajaran siswa cenderung bosan dan malas ketika guru menerapkan metode ceramah yang mengakibatkan aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Salah satu alternatif model pembelajaran yang cocok bagi siswa yaitu Model Snowball Throwing. Melalui snowball Throwing dirancang suasana pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan sehingga dapat membantu mencapai ketuntasan belajar dan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik terhadap pembelajaran Ekonomi di kelas agar dapat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar Ekonomi siswa. Aktivitas dan Hasil Belajar siswa diharapkan dapat meningkat melalui penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing pada materi Bank Umum dan Bank Sentral kelas X 6 di SMA Negeri 1 Rengel Tuban. Pada penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research).Tahap penelitian kelas adalah perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan pada materi Bank sub bab Bank Umum pada siklus I dan sub Bank Sentral pada siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dokumentasi dan observasi. Aktivitas belajar dapat diukur melalui lembar observasi aktivitas belajar pada setiap pertemuan dan untuk hasil belajar siswa diukur melalui tes pada setiap akhir siklus. Observasi juga digunakan untuk melihat keterlaksanaan model yang digunakan serta sebagai refleksi perbaikan pada siklus selanjutnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar pra tindakan sebesar 44% tuntas hanya berjumlah 14 siswa dari 34 siswa. Hasil tes siklus I mengalami peningkatan menjadi 48% siswa yang tuntas hasil belajarnya menjadi 15 siswa. Pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I yaitu sebesar 89 9% sehingga siswa yang tuntas belajarnya menjadi 29 siswa dari 34 siswa. Dan untuk aktivitas belajar pada siklus I rata-rata skor 80 13 yang berkategori Baik dan menunjukan peningkatan aktivitas belajar pada siklus II yang mencapai 90 31% Sangat baik . Setelah peneliti melakukan penelitian ini adapun saran yang disampaikan penulis yaitu diharapkan guru dapat menerapkan model ini sebagai alternatif guru diharapkan lebih aktif untuk melatih siswa berani membuat pertanyaan dan mengemukakan pendapat.