Skripsi
Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 4 Malang melalui Problem Based Learning (PBL) pada materi persamaan linear dua variabel / Reni Savitri
Abstrak
ABSTRAK Savitri Reni. 2015. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 4 Malang melalui Problem Based Learning (PBL) pada Materi Persamaan Linear Dua Variabel. Skripsi. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sukoriyanto M.Si. Kata Kunci Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV) Problem Based Learning (PBL) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Hasil Belajar SMP. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan dengan salah satu guru matematika kelas VIII-A SMP Negeri 4 Malang diketahui bahwa guru jarang menggunakan metode pembelajaran yang inovatif dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah. Hal ini berdampak pada siswa yang kurang aktif serta guru sering meminta siswa untuk kerja kelompok tanpa dilakukan pendampingan sehingga siswa sering kebingungan. Dan pemilihan kelompok tidak didasarkan pada kelompok heterogen. Kelompok asal ditentukan dengan teman sebangku atau teman yang duduk dibelakangnya. Oleh karena itu diperlukan suatu metode problem based learning (PBL) yang dapat melibatkan siswa dalam memecahkan masalah melalui tahap-tahap ilmiah sehingga siswa dapat berperan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 4 Malang. Proses pembelajaran dalam Problem Based Learning (PBL) yang terdiri dari 5 tahap yaitu (1) fase 1 orientasi siswa pada masalah yaitu menyampaikan tujuan pembelajaran menjelaskan metode pembelajaran dengan PBL memotivasi siswa dengan memberikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang bisa dicontohkan dengan persamaan linear dua variabel serta memberikan apersepsi untuk mengingatkan tentang materi prasyarat 2) fase 2 mengorganisasi siswa untuk belajar yaitu mengorganisasi siswa untuk duduk bersama kelompok yang telah ditentukan membagikan LKS dan meminta siswa untuk mendiskusikan LKS 3) fase 3 membimbing pengalaman individual/ kelompok yaitu membimbing siswa dalam mengerjakan LKS dengan memberikan pertanyaan pancingan yang mengarahkan mereka pada konsep materi (4) fase 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya yaitu perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok 5) fase 5 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yaitu guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Data penelitian berupa hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi guru dan siswa catatan lapangan dan hasil tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 60% dan rata-rata hasil observasi aktivitas guru pada kategori Baik sedangkan rata-rata hasil observasi aktivitas siswa berada pada kategori Sedang . Pada tindakan siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 76% dan rata-rata hasil observasi aktivitas guru pada kategori Sangat Baik serta hasil aktivitas siswa pada kategori Baik . Maka dapat disimpulkan bahwa metode Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 4 Malang pada materi persamaan linear dua variabel.