Tugas Akhir
Penerapan strategi produk gula kristal putih I (asatu) pada Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo / Anik Ainiyah
Abstrak
ABSTRAK Ainiyah Anik. 2015. Penerapan Strategi Produk Gula Kristal Putih I Pada Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo. Tugas Akhir Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing Afwan Hariri Agus Prohimi.SE. MM. Kata Kunci Strategi Produk Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu semakin bertambah semua kebutuhan konsumen pun semakin beragam. Sehingga membuat persaingan antar perusahaan semakin ketat dengan tingkat persaingan usaha yang semakin ketat ini menuntut para pelaku bisnis untuk lebih inovatif dalam menetapkan strategi pemasarannya. Strategi produk yang tepat akan menempatkan posisi persaingan yang lebih unggul dari pesaingnya. Hal ini dapat dilihat pada Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo yang melaksanakan berbagai strategi produk untuk membuat perusahaan tetap bertahan dari pesaingnya. Subyek yang dipergunakan sebagai sumber data penelitian adalah Pabrik Gula Kremboong sidoarjo. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi produk yang diterapkan pada Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi Gula Kristal Putih Satu pada Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo (3) Untuk mengetahui solusi atas hambatan dalam penerapan strategi produk pada Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo. Strategi produk yang digunakan Pabrik Gula Kremboong yaitu dengan menerapkan Strategi Produk Gula Kristal Putih I. Dengan strategi ini produk gula yang diproduksi di Pabrik Gula Kremboong mempunyai kualitas terbaik dibandingkan pabrik gula lain yang di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara X. Masalah-masalah yang dihadapi Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo dalam menerapkan Strategi Gula Kristal putih I sangat berpengaruh dalam melaksanakan strategi produk. Adapun masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut (1)Bahan baku (tebu) yang diperoleh tidak memenuhi kriteria Manis Bersih dan Segar (MBS) (2)Adanya tebu terbakar yang biasanya disebabkan akibat faktor cuaca yang ekstrim (3)Adanya kerusakan alat atau mesin-mesin di dalam perusahaan yang biasanya disebut dengan jam berhenti. Solusi atas hambatan yang dihadapi yaitu dengan (1)Pihak Perusahaan mengontrol bahan baku sejak masa pertumbuhan (2)Melakukan penyuluhan diwilayah kasindran (wilayah distrik) dan menghimbau secara berkala supaya tidak terjadi kebakaran (3)Merencanakan Program Maintenance Proces (PMP) merencanakan program Maintenance pada stasiun pembuatan gula dan Melaksanakan Steam Testdan melaksanakan general Test sebelum masa giling.